alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Di Bali Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Virus Covid-19 Varian Omicron

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:18 WIB

Di Bali Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Virus Covid-19 Varian Omicron
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Badung, Bali, pada Jumat (3/12/2021). [Foto ; Istimewa/beritabali.com]

Presiden juga meminta TNI-Polri untuk terus melancarkan program vaksinasi ke masyarakat.

SuaraBali.id - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman Covid-19 varian baru Omicron yang kini tengah dikhawatirkan banyak pihak. Virus ini diketahui sudah mulai menyebar ke banyak negara.

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Badung, Bali, pada Jumat (3/12/2021).

Presiden juga meminta TNI-Polri untuk terus melancarkan program vaksinasi ke masyarakat.

“Ancaman ini belum selesai. Kita boleh bersyukur, kita boleh berbangga tapi tetap harus waspada, hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron, hati-hati,” tuturnya seperti diwartakan beritabali.com – Jaringan Suara.com.

Baca Juga: Antisipasi Virus Omicron, Penerbangan dari Luar Negeri 2 Pekan Lalu Perlu Ditelusuri

Pihak-pihak yang utamanya yang bertugas di wilayah perbatasan, untuk lebih waspada terhadap virus corona varian Omicron tersebut.

Disebutkan Presiden walau masih dalam studi, varian Omicron dinilai lebih cepat penyebarannya dibandingkan virus covid-19 varian Delta.

"Utamanya, Polda-Polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain karena yang membawa orang-orang asing, bule-bule, tapi juga dari warga negara kita sendiri utamanya tenaga kerja kita yang dari luar waktu masuk kembali,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta TNI-Polri berserta jajarannya untuk terus mempercepat dan menggencarkan program vaksinasi Covid-19 terutama kepada provinsi-provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Provinsi-provinsi mana yang masih harus digencarkan, ada 15 provinsi yang masih di bawah 60 (persen). Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat, Maluku, Sultra, Aceh, Papua,” ucap Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga terus menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan secara ketat, serta meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan di setiap wilayah di Indonesia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait