Makanan Fungsional Bukan Makanan Pengganti, Ini Contoh dan Manfaatnya

Makanan fungsional merupakan makanan yang menawarkan manfaat kesehatan yang melebihi nilai gizi yang dikandungnya.

Risna Halidi
Selasa, 16 November 2021 | 10:17 WIB
Makanan Fungsional Bukan Makanan Pengganti, Ini Contoh dan Manfaatnya
Ilustrasi granola bars. (Pixabay/silviarita)

SuaraBali.id - Makanan Fungsional dikenal akan manfaatnya dalam mengoptimalkan kesehatan tubuh dan menurunkan risiko terserang penyakit. Konsep makanan fungsional berasal dari Jepang pada tahun 1980an untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di sana secara keseluruhan.

Makanan fungsional merupakan makanan yang menawarkan manfaat kesehatan yang melebihi nilai gizi yang dikandungnya. Beberapa jenis makanan tersebut mengandung tambahan lain yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan.

Beberapa makanan fungsional dihasilkan disekitar bahan tertentu, seperti makanan yang mengandung probiotik, prebiotik, atau stanol dan sterol tumbuhan. Meski memberikan manfaat dalam kesehatan, namun makanan fungsional tidak boleh dijadikan sebagai alternatif.

Perlu diketahui, makanan fungsional merupakan bahan makanan utuh alami kaya akan nutrisi penting, seperti mineral, antioksidan dan lemak yang menyehatkan.

Baca Juga:5 Manfaat Kesehatan Tanaman Melati, dari Atasi Demam hingga Batuk!

Ilustrasi sayur dan buah-buahan. (Unsplash/engine akyurt)
Ilustrasi sayur dan buah-buahan. (Unsplash/engine akyurt)

Nah, untuk lebih jelasnya tentang makanan fungsional, simak ulasan berikut ini.

1. Manfaat
Makanan fungsional terkenal dengan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan. Diantaranya mencegah kekurangan nutrisi, melindungi diri dari penyakit, dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan anak.

Masyarakt juga perlu tahu, bahwa makanan fungsional bukanlah obat mujarab untuk mengatasi kebiasaan kesehatan yang buruk. Diperlukan hidup yang baik, seperti olahraga teratur, tidka merokok, mengurangi stress, dan melakukan hal postif.

2. Kategori Makanan Fungsional
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, makanan fungsional umumnya dipisahkan menjadi dua kategori, yakni konvensional dan dimodifikasi. Makanan fungsional konvensional merupakan bahan makanan alami yang kaya akan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, antioksidan dan lemak yang menyehatkan jantung.

Sedangkan makanan fungsional yang dimodifikasi berarti makanan yang telah diperkaya bahan tambahan, seperti vitamin, mineral, probiotik atau serat untuk meningkatkan manfaat kesehatan makanan.

Baca Juga:Pandemi Covid-19, Masyarakat Lebih Pilih Asuransi yang Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup

3. Contoh Makanan Fungsional Konvensional dan Modifikasi
Untuk makanan fungsional konvensional diantaranya:

Buah-buahan : beri, kiwi, persik, apel, jeruk, pisang.

Sayuran : brokoli, kembang kol, kangkung ,bayam.

Kacang-kacangan : almond, mete, pistachio.

Legum : Buncis, kacang hitam, lentil.

Biji-bijian utuh : gandum, soba, beras merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini