Didampingi Arya Wedakarna, La Nyalla ke Bali Kenang Gagasan Bung Karno di Museum Pancasila

LaNyalla menjelaskan di Museum Agung Pancasila tersimpan pikiran dan gagasan Bung Karno yang tak pernah mati, meskipun Bung Karno telah wafat.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 06 November 2021 | 08:39 WIB
Didampingi Arya Wedakarna, La Nyalla ke Bali Kenang Gagasan Bung Karno di Museum Pancasila
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengunjungi Museum Agung Pancasila, Jalan Pegangsaan Timur, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (5/11/2021). (FOTO Antara News Bali/HO-Humas DPD RI/2021)

SuaraBali.id - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi Museum Agung Pancasila di Jalan Pegangsaan Timur, Renon, Denpasar, Bali, Jumat, (5/11/2021). Ia datang didampingi sejumlah Senator, di antaranya I Gusti Arya Wedakarna, Bambang Santoso dan Anak Agung Gde Agung (Bali).

"Museum merupakan cermin dan jati diri sebuah bangsa. Untuk itu, pemerintah harus terus membudayakan mengunjungi museum dan perpustakaan, apalagi museum yang menyimpan literasi pikiran-pikiran Pendiri Bangsa, tentu sangat penting untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda," kata LaNyalla.

LaNyalla menjelaskan di Museum Agung Pancasila tersimpan pikiran dan gagasan Bung Karno yang tak pernah mati, meskipun Bung Karno telah wafat.

"Salah satu contoh, Bung Karno dan para pendiri bangsa yang lain tidak pernah punya pikiran negara ini menjadi negara kapitalis liberal," kata dia.

Namun, kata LaNyalla, Indonesia hari ini telah menjadi negara kapitalis liberal, terutama sejak Amandemen 4 Undang-Undang Dasar 1945 di tahun 1999 hingga 2002.

"Fakta bahwa ada segelintir orang yang menguasai lebih dari separo kekayaan di negeri ini," katanya.

Fakta itu menggambarkan sistem Ekonomi Pancasila yang menjadikan koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional telah ditinggalkan.

"Telah berganti menjadi ekonomi pasar, yang menyerahkan beberapa cabang-cabang industri yang penting bagi hajat hidup orang banyak kepada mekanisme pasar dan swasta, bahkan asing," tambah LaNyalla.

Oleh karena itu, LaNyalla berkeliling dan menyampaikan pentingnya anak bangsa menyadari bahwa nilai-nilai kebangsaan hari ini telah tergerus dan semakin jauh dari cita-cita para pendiri bangsa.

"Karena itu, DPD RI memandang rencana Amandemen Konstitusi perubahan ke-5 harus menjadi momentum untuk melakukan koreksi atas wajah dan arah perjalanan bangsa ini," tegas LaNyalla.

Tentu energi tersebut akan semakin membesar, apabila pandangan DPD RI tersebut mendapat dukungan dari banyak lapisan masyarakat. Khususnya entitas-entitas civil society.

Pada kesempatan itu, LaNyalla juga menandatangani Prasasti Museum Agung Pancasila. LaNyalla memuji pendiri dan pengelola Museum Agung Pancasila, Gus Marhaen, yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dan biaya untuk keberadaan dan eksistensi museum tersebut. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini