Kisah Ida Dewa Agung Istri Kania Raja Perempuan dari Bali yang Dijuluki Kepala Batu

Ternyata sebabnya karena sangat kokoh memegang prinsip, dan tidak mau menyerah, atau terus-terusan melawan Belanda.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:25 WIB
Kisah Ida Dewa Agung Istri Kania Raja Perempuan dari Bali yang Dijuluki Kepala Batu
Ida I Dewa Agung Istri Kania. Ilustrasi : serunibodjawati.com

SuaraBali.id - Dahulu kala seorang raja di Bali adalah jabatan puncak atau tertinggi dalam pemerintahan. Seperti kekuasaan Ida I Dewa Agung Istri Kania adalah raja Kerajaan Klungkung ke VIII (1814-1868).

Sosok raja dari Klungkung ini dijuluki raja berkepala batu oleh Belanda. Ternyata sebabnya karena sangat kokoh memegang prinsip, dan tidak mau menyerah, atau terus-terusan melawan Belanda.

Kisah Ida I Dewa Agung Istri Kania ditulis oleh I Nyoman Sukartha dari Fakultas Ilmu Budaya UNUD Denpasar dalam artikel yang berjudul “Ida I Dewa Agung Istri Kania: Raja, Feminisme, dan Pahlawan dari Klungkung” dan dipublikasikan dalam Dharmasmrti, Volume XVI, Nomor 1 tahun 2017.

Nyoman Sukartha menyebut bahwa Ida Dewa Agung Istri Kania menjadi raja saat masih muda atau gadis. Prinsip beliau adalah, lebih baik mati dari pada menyerah dan dijajah oleh Belanda.

Sebab menyerah berarti turunnya derajat kebangsawanan dan harga diri seorang raja.

Ketika pemerintahan Ida Dewa Agung Istri Kania, pada tahun 1849 Kerajaan Klungkung mengalami serangan atau intervensi militer Belanda di bawah pimpinan jenderal Miechels. Pada waktu itu belum ada wanita yang punya keberanian untuk berperang.

Berperang adalah tugas laki-laki. Namun, Ida Dewa Agung Istri Kania memimpin perlawanan melawan Belanda. Ini berarti bahwa, ada jiwa heroik atau patriotik pada beliau sebagai keturunan ksatria.

Lebih-lebih lagi dengan terbunuhnya top pimpinan Belanda Jenderal Miechels. Belanda yang menyerang Kerajaan Klungkung pada waktu itu bisa dikalahkan, sehingga pada tahun 1849 Kerajaan Klungkung tidak bisa dikuasai atau dijajah oleh Belanda.

Kerajaan Klungkung baru bisa ditundukkan oleh Belanda pada tahun 1908, atau setelah 57 tahun kemudian. Itu berarti waktunya sangat jauh dari masa kepemimpinan beliau, atau bukan pada masa kepemerintahan beliau.[bbn/ Dharmasmrti/mul]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini