5 Profesi yang Hanya Ada di Bali, Pasti Geleng-geleng Kepala

Sebut saja Balian, Pecalang atau Sulinggih. Mereka hanya ada di Bali untuk melakukan upacara keagamaan Hindu Bali.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 11 Juni 2021 | 09:23 WIB
5 Profesi yang Hanya Ada di Bali, Pasti Geleng-geleng Kepala
Jasa Kepang Rambut (Youtube ARAB Journey)

Tidak sah rasanya kalau kamu berkunjung ke Pantai Kuta tanpa dikepang terlebih dahulu.

Bagi anda yang memiliki kemampuan mengepang rambut, pekerjaan ini patut dicoba karena memiliki penghasilan yang cukup besar. Dalam sekali kepang dibanderol harga sebesar Rp100.000 hingga Rp150.000 sesuai panjang rambut.

3. Undagi

Undagi (Youtube Erwin Winarno)
Undagi (Youtube Erwin Winarno)

Sebelum mengenal istilah arsitek modern ini, masyarakat Bali telah mengenal Undagi yang merupakan arsitek ala Bali.

Baca Juga:5 Tradisi Bali Ekstrem Dinilai Sadis, Mesbes Bangke Sampai Ngurek

Untuk menjadi seorang Undagi seseorang perlu melalui proses pembersihan secara skala dan niskala. Berbeda dengan arsitek yang menempuh pendidikan formal dan mempelajari ilmu rancang, Undagi harus mempelajari serta memahami seni, budaya, adat dan agama.

Undagai zaman klasik yang dikenal adalah Kebo Iwa, seorang panglima militer Bali masa pemerintahan Prabu Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten pada awal abad ke-14

4. Pecalang

Satuan pengamanan adat Bali "pecalang" memantau situasi jalan pantai saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pantai Kuta, Bali, Senin (31/3). [Antara/Wira Suryantala]
Satuan pengamanan adat Bali "pecalang" memantau situasi jalan pantai saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pantai Kuta, Bali, Senin (31/3). [Antara/Wira Suryantala]

Pecalang merupakan penjaga ketertiban dan keamanan yang ada di Bali, namun sifatnya secara adat. Jika secara administratif masyarakat memiliki satpam dan anggota POLRI.

Secara adat, masyarakat Bali memiliki pecalang dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan ketika ada acara adat, atau perayaan Nyepi yang mengharuskan semua umat Hindu untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga:Lorens Parera, Pria Papua Bunuh Bule Andriana Simeonova di Bali Dituntut 20 Tahun Penjara

Jika dilihat sejarahnya, beberapa sumber menyebutkan pecalang sendiri sudah eksis sejak tahun ’70-an. Saat itu, pecalang bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan acara pesta kesenian yang ada di Bali.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak