alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terancam! McDonald's Disegel dan Denda Rp 50 Juta karena Banyak Pembeli BTS Meal

Pebriansyah Ariefana Rabu, 09 Juni 2021 | 16:36 WIB

Terancam! McDonald's Disegel dan Denda Rp 50 Juta karena Banyak Pembeli BTS Meal
Pengemudi ojek online di gerai McDonald's Kota Balikpapan mengantre menunggu pesanan BTS Meal. [Presisi.co]

Sanksi denda McDonald's itu akan dijatuhkan jika mereka terbukti melanggar aturan protokol kesehatan.

SuaraBali.id - Terancam, McDonald's disegel dan denda Rp 50 juta karena kerumunan massa pembeli paket BTS Meal.

Sanksi denda itu akan dijatuhkan jika mereka terbukti melanggar aturan protokol kesehatan.

"Apabila melanggar mereka akan dikenakan denda Rp 50 juta," kata Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiarta kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Ratusan pengemudi ojek online alias ojol sempat berkerumun di McDonald's Stasiun Gambir. Mereka berbondong-bondong antre membeli paket BTS Meal.

Baca Juga: Sempat Antre di McD, Ojol: Sebenarnya Tak Mau Berkerumun Tapi Order BTS Meal Masuk Terus

Menindaklanjuti adanya kerumunan tersebut, aparat kepolisian setempat langsung menyegel McDonald's Stasiun Gambir. Penyegelan berlaku selama 1x24 jam.

"Disegel 1x24 jam," ujar Budi.

Budi telah meminta pihak pengelola untuk menutup layanan secara online maupun offline. Sekaligus, meminta meminta pengemudi ojol untuk membatalkan permintaan atau orderan konsumen.

"Kami ambil langkah tutup aplikasi, kemudian McD ditutup dan cancel pesanan kustomer," katanya.

Kendati demikian, AKBP Kade Budiarta menekankan, Satgas COVID-19 DKI Jakarta tingkat Kecamatan tidak pernah menghambat atau melarang masyarakat membuka usaha di tengah pandemi Covid-19. Tetapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca Juga: Menu BTS Meal MCD Cipondoh Picu Antrean, Mengular Hingga ke Bahu Jalan

"Karena ini masa pandemi tolong segala sesuatu dipikirkan bagaimana prokesnya bisa dijalankan sehingga yang kita harapkan nantinya pandemi segera berlalu penyebaran berkurang sehingga perekonomian masih bisa berjalan, bergerak ke atas," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait