alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

10 Permainan Tradisional Bali Kuno, Sudah Jarang Dimainkan Padahal Seru Banget

Pebriansyah Ariefana Minggu, 06 Juni 2021 | 07:10 WIB

10 Permainan Tradisional Bali Kuno, Sudah Jarang Dimainkan Padahal Seru Banget
Makepung, Permainan Tradisional Bali Kuno (Youtube come2indonesia)

Sebut saja Matembing Gandongan, Ma meong - meongan, Ma genuk genukan, Makepung, Siap-siap, Gebug Tingkih, Masuntik, Tajen, Matajong, dan masih banyak lagi.

SuaraBali.id - Tak hanya punya alam eksotis, Bali juga punya permainan tradisional. Banyak permainan tradisional Bali Kuno yang mulai jarang dimainkan karena perkembangan teknologi dan perkembangan zaman. Padahal permainan itu seru sekali.

Sebut saja Matembing Gandongan, Ma meong - meongan, Ma genuk genukan, Makepung, Siap-siap, Gebug Tingkih, Masuntik, Tajen, Matajong, dan masih banyak lagi.

Permainan tradisional merupakan aktivitas bermain yang tumbuh serta berkembang di daerah tertentu, yang memiliki kaitan erat dengan budaya maupun nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diajarkan turun temurun.

Indonesia dengan beragam suku yang dimiliki, juga memiliki beragam permainan tradisional yang berasal dari daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Kabupaten Jembrana Bali Buka Seleksi Calon Sekda, Bupati Jamin Transparansi

Bagi anak-anak Bali zaman dahulu sebelum gadget menggantikan permainan-permainan tradisional ini permainan seperti siap-siapan, Macurik Manggis adalah aktivitas yang paling ditunggu-tunggu terlebih lagi permainan tersebut dilakukan bersama kawan-kawannya.

Berikut daftar 10 tradisional Bali kuno:

1. Matembing Gandongan

Permainan yang banyak dilakukan oleh anak laki-laki, layaknya bermain kuda kudaan dan satu orang lainnya menjadi joki. Biasanya permainan ini dilakukan untuk uji ketangkasan di mana orang yang berperan menjadi joki tidak memegang bagian leher "kudanya".

Ada pula versi lain melakukan permainan ini adalah dengan duduk di atas punggung teman dengan ketepatan membidik sasaran batu yang terletak di seberangnya, begitu pula yang berperan sebagai kuda harus pandai membidik batu itu supaya segera mengganti kedudukannya sebagai penunggang nanti.

Baca Juga: Sebelum Nama Melejit, Karier Kadek Agung Hampir Tamat karena Kecelakaan

2. Ma-gala-galaan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait