Wisata Bali: Mengenang Kemolekan dan Sejarah Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun selesai dibangun dan dipelapas pada 1634 Masehi (1556).

Dythia Novianty
Rabu, 07 April 2021 | 16:01 WIB
Wisata Bali: Mengenang Kemolekan dan Sejarah Pura Taman Ayun
Pura Taman Ayun. [BeritaBali/Istimewa]

SuaraBali.id - Pura Taman Ayun sangat erat hubunganya dengan kerajaan Mengwi pada 1627 Masehi (1549 Caka).

Pura Taman Ayun selesai dibangun dan dipelapas pada 1634 Masehi (1556), pada saat pemerintahan raja Mangwi pertama yaitu I Gusti Agung Ngurah Made Agung yang kemudian bergelar "Ida Cokorda Sakti Belambang".

Seluas 4 Ha atau 40.000 M2 dikelilingi oleh kolam besar, dulunya ditanami beraneka bunga seperti teratai, Seroja, sedangkan di tepi kolamnya ditumbuhi pohon kamboja, cempaka, Kenanga, Sekarwati, Plasa, tunjung, Siulan dan pohon buah-buahan seperti manggis, durian, wani, mangga dan rambutan.

"Pura Taman Ayun adalah Pura Paibon atau Pedarmaan dari keluarga Raja Mengwi untuk memuja roh para leluhur dari raja-raja yang diwujudkan dengan dibangunnya sebuah Gedong Paibon," terang Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Taman Ayun Mengwi, I Made Suandi, dilansir laman BeritaBali, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga:Wisata Bali: Komunitas Bersihkan Destinasi Pantai Yeh Gangga

Pura Taman Ayun dibagi menjadi tiga halaman, yaitu bagian yang paling suci disebut Utama Mandala (jeroan), Madia Mandala (Jaba tengah) dan Nista Mandala (jabaan).

Untuk masuk ke Utama Mandala dibangun sebuah Kori Agung (Paduraksa) sedangkan pada madia dan Nista Mandala dibangun candi bentar (Apit surang).

Selain gedong paibon, di Utama Mandala (Jeroan) dilengkapi pelinggih-pelinggih untuk persimpangan atau pengayatan dari beberapa pura khayangan jagat di Bali.

"Kehadiran pelingih-pelingih tersebut adalah agar raja beserta rakyat kerajaan Mengwi dapat memohon restu keselamatan, kesejahteraan, dan kesuburan negara," ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan, juga untuk memberi kesempatan pada seluruh rakyat Mengwi untuk turut serta melakukan upacara-upacara keagaman di pura Taman Ayun misalnya, meajar-ajar, memendak sangpitara, nunas pekuluh (air suci) untuk memberantas hama di sawah dan lain-lainnya.

Baca Juga:Wisata Bali: Wabah Desa Kapal Tertulis di Manuskrip Daun Lontar Babad Gumi

Pura Taman Ayun juga dibangun pelinggih, tempat menyembah "Pasek Badak" untuk menyembah rohnya Pasek Badak yang disungsung oleh segenap Bala Putra teruna batu-batu (Prajurit kerajaan).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak