Wisata Bali: Mengenang Kemolekan dan Sejarah Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun selesai dibangun dan dipelapas pada 1634 Masehi (1556).

Dythia Novianty
Rabu, 07 April 2021 | 16:01 WIB
Wisata Bali: Mengenang Kemolekan dan Sejarah Pura Taman Ayun
Pura Taman Ayun. [BeritaBali/Istimewa]

Tempat ini merupakan tetamanan tempat untuk beristirahat dan berekreasi dari para keluarga raja Mengwi.

Pura Taman Ayun sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya kerajaan Mengwi pada 1890 masehi (1812 Caka), timbullah perang dengan Raja Badung.

Mengwi mengalami kekalahan dan raja Mengwi (Yang kesepuluh) "I Gusti Agung Made Agung" gugur dalam pertempuran tersebut.

Segenap keluarga yang masih hidup meyelamatkan diri ke wilayah sebelah timur.

Baca Juga:Wisata Bali: Komunitas Bersihkan Destinasi Pantai Yeh Gangga

Selama ada dalam pengasingan, Pura Taman Ayun tidak terpelihara seperti sebelum perang dirawat dengan sangat baiknya, sehingga timbullah kerusakan-kerusakan pada bangunan yang ada.

"Pada 1911 M sebagian dari keluarga raja kembali ke Mengwi dan Pura Taman Ayun dirawat kembali," katanya.

Dia menjelaskan, pada Sabtu 20 Januari 1971 Masehi, terjadi bencana alam gempa bumi (gejer) yang amat dahsyat sehingga banyak dari bangunan-bangunan yang ada, roboh dan rusak.
"Namun bisa dipugar kembali satu demi satu hingga kini, seperti yang disaksiakan sampai saat ini," paparnya.

Adapun upacara piodalan di Pura Taman Ayun jatuh pada Selasa, Kliwon Wuku Medangsia atau setiap 210 hari sekali (tiap-tiap 6 bulan Bali).

Pura Taman Ayun sudah banyak dikunjungi wisatawan sejak sebelum perang dunia.

Baca Juga:Wisata Bali: Wabah Desa Kapal Tertulis di Manuskrip Daun Lontar Babad Gumi

Pengemongnya adalah keluarga Puri Gede Mengwi yang dibantu sebuah Panitia yang terdiri dari para prajuru adat, seperti kelian Desa Adat, sekecamatan Mengwi terdiri dari 38 Desa Adat yang disebut dengan "Mangu Kertha Mandala".

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak