alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisatawan Asing ke Bali Harus Tes PCR dan Karantina 5 Hari

Pebriansyah Ariefana Minggu, 04 April 2021 | 17:25 WIB

Wisatawan Asing ke Bali Harus Tes PCR dan Karantina 5 Hari
Wisata Bali (pixabay)

Bali merupakan suatu etalase bagi Indonesia di mata dunia.

SuaraBali.id - Wisatawan ke Bali harus tes PCR dan karantina 5 hari di lokasi tujuan wisata. Hal itu diberlakukan jelang pembukaan pintu pariwisata Bali yang harus tetap dibarengi penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu dikatakan Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo.

"WNA yang masuk ke Bali diharuskan menjalani protokol kesehatan yang berlaku sesuai SE Satgas Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021, Yakni mulai dari dua kali tes PCR hingga karantina selama lima hari," ungkap Doni Monardo, Jumat (2/4/2021).

Bali merupakan suatu etalase bagi Indonesia di mata dunia. Di mana baik buruknya penanganan Covid-19 di Bali akan sangat berdampak kepada pamor Indonesia di mata dunia internasional.

Baca Juga: Tengkorak di Pengalengan Ikan Jembrana, Polisi: Posisi Menghadap Kiblat

"Untuk itu, arahan Bapak Presiden jelas, Bali harus dijadikan prioritas utama dalam penanganan Covid-19. (Pemerintah) pusat dari awal sudah komitmen tentang hal itu," imbuhnya.

Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (17/12/2020). (Suara.com/Silfa)
Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (17/12/2020). (Suara.com/Silfa)

Menurut Doni, berdasarkan pengalaman selama ini, warga negara asing belum bisa dikatakan sepenuhnya disiplin dalam prokes sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut. Terlebih belakangan muncul varian baru virus Covid-19 yang membuat beberapa negara kembali melakukan lockdown.

"Untuk itu, kita ingin penanganan pelaku perjalanan terutama WNA di Bali bisa dilaksanakan secara terintegrasi, dengan membentuk satuan tugas khusus yang menangani kekarantinaan," jelas Doni.

"Kedatangan WNA harus kita pastikan (bebas Covid-19) dengan diagnostik yang memadai karena kalau kita biarkan, prokes-nya kita kendurkan. Maka pasti akan terjadi kenaikan kasus," imbuhnya.

Doni menjabarkan, meski PMI maupun WNA yang tiba di Indonesia sudah membawa surat hasil keterangan negatif Covid-19 dari negara asal, namun tidak menjamin mereka terbebas dari infeksi virus corona.

Baca Juga: Geger Tengkorak Manusia Ditemukan di Pabrik Pengalengan Ikan Jembrana

Ada beberapa repatriasi yang juga baru ditemukan positif corona saat dilakukan pemeriksaan swab kedua, atau pada hari kelima pelaksanaan karantina.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait