facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vaksin COVID-19 AstraZeneca Tidak Mengandung Babi, Dipakai Negara Arab

Pebriansyah Ariefana Minggu, 21 Maret 2021 | 10:09 WIB

Vaksin COVID-19 AstraZeneca Tidak Mengandung Babi, Dipakai Negara Arab
Vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung babi

Sebelumnya isu AstraZeneca mengandung babi dilontarkan Ketua MUI Asrorun Ni'am Sholeh.

Dunia juga pakai

Data worldometers, Sabtu (20/3/2021) menunjukkan 122,8 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19.

Dari data tersebut 2,7 juta di antaranya meninggal dunia, dan sebanyak 99 juta penduduk dunia dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19. Kini masih ada 21,1 juta penduduk dunia yang masih berstatus positif Covid-19, dan 89 ribu di antaranya dalam kondisi serius atau kritis.

Kisruh Astrazeneca pengaruhi proses vaksinasi dunia

Baca Juga: 5 Alasan MUI Bolehkan Vaksin AstraZeneca Dipakai Meskipun Mengandung Babi

Vaksin AstraZeneca buatan Oxford University memang menjadi sorotan lantaran sejumlah negara di Uni Eropa. Termasuk Indonesia yang memutuskan menyetop sementara pengguntaan vaksin tersebut.

Padahal vaksin ini masuk dalam salah satu program COVAX, yakni program sumbangan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk negara-negara prioritas, termasuk Indonesia.

Hal ini terkait kasus pembekuan darah fatal yang diduga disebabkan pemberian vaksin AstraZeneca.

Kabar terbaru untuk membuktikan vaksin AstraZeneca aman, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson disuntik vaksin AstraZeneca pada Jumat, 19 Maret 2021 lalu.

Johnson kemudian mengajak masyarakat melakukan hal yang sama, karena setelahnya ia tidak merasakan efek apa-apa dari suntikan vaksin.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, PA 212: Banyak Vaksin yang Tidak Haram

"Saya benar-benar tidak merasakan apa-apa. Ini sangat bagus dan cepat prosesnya," ungkap Johnson mengutip Channel News Asia, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait