SuaraBali.id - Salah satu industri yang berdampak akibat pandemi Covid-19 adalah para pengrajin tenun ikat atau Endek Bali Sekar Jepun di Kota Denpasar.
Pemesanan dan penjualan produk mengalami penurunan yang sampai saat ini tercatatkan mencapai 50 persen. Namun, tidak sedikit dari para pengrajin tersebut yang tetep optimistis.
Etmy Kustiyah Sukarsa merupakan salah satu pengrajin tenun ikat yang mengaku tetap berkarya dan bersyukur.
"Ada penurunan pesanan, jangan dipikirkan. Kita jalani dan disyukuri saja," katanya, dilansir laman BeritaBali, Rabu (27/1/2021).
Baca Juga:KPU Kota Denpasar Apresiasi Hasil Pilwali 2020 di MK
Dia mengaku, diperlukan startegi dalam pengaturan jam kerja karyawan menjadi salah satu yang harus diterapkan agar terus dapat bertahan.
"Saat ini ada 10 orang karyawan kami diatur jam kerjanya," ujar Ermy.
Dia pun mengaku, salah satu strategi promosi anng dilakukan adalah promosi produk usaha melalui jejaring media sosial.
"Masih ada beberapa pelanggan setia menantikan produk terbaru," tukasnya.
Baca Juga:Meneruskan Tradisi Tenun Ikat yang Berinovasi di Desa Ensaid