Ketat Jalani Protokol Covid-19, Tanpa Mengurangi Makna Suci Hari Siwaratri

Persembahyangan Siwaratri kali ini dipuput Ida Pedanda Gede Arimbawa, Griya Sari Denpasar.

Dythia Novianty
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:27 WIB
Ketat Jalani Protokol Covid-19, Tanpa Mengurangi Makna Suci Hari Siwaratri
Upacara Hari Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha, Bali, Selasa (12/1/2021). [Beritabali/Ist]

SuaraBali.id - Salah satu hari suci bagi umat Hindu adalah Hari Siwaratri yang jatuh setiap tahun sekali. Pemkot Denpasar turut menggelar persembahyangan bersama Bhakti Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha, Selasa (12/1).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara. Serta beberapa pemedek yang tangkil dalam persembahyangan tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Persembahyangan Siwaratri kali ini dipuput Ida Pedanda Gede Arimbawa, Griya Sari Denpasar. Sebagai pelengkap upacara juga turut dilaksankaan pengilen wali seperti Kidung dan Wayang.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan persembahyangan hari suci Siwaratri memang rutin dilaksanakan Pemkot Denpasar setiap tahunya.

Baca Juga:Rutin Pakai Suku Cadang Asli Buat Mobil, Ini Keuntungannya

Namun, perayaan hari suci siwaratri kali ini memang laksanakan secara sederhana dengan benar-benar menerapkan protokol Kesehatan, tanpa mengurangi makna dari perayaan hari suci Siwaratri tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencegah klaster-klaster baru penularan virus Covid-19 dalam persembahyangan kali ini kami sangat ketat menerapkan protokol kesehatan seperti membatasi jumlah pemedek, wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

"Mudah-mudahan dari perayaan hari suci siwaratri kali ini kita dianugrahi kekuatan serta kesehatan dalam memerangi wabah virus covid-19 ini," Jaya Negara.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya dalam perayaan Siwatri tahun ini Pemkot Denpasar juga sudah mengeluarkan edaran terkait pelaksanan upacara tersebut, dimana masyarakat dan pemedek diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah dan yang terlibat dalam pelaksanaan upacara hanya sulinggih, pemangku, serati Banten, Sekaa Shanti dan penyuluh lapangan Agama Hindu.

Baca Juga:Pakai Suku Cadang Asli, Harga Jual Kembali Mobil Akan Positif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini