alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TOK! Bali Keluarkan Aturan PSBB Jawa-Bali

Pebriansyah Ariefana Kamis, 07 Januari 2021 | 13:52 WIB

TOK! Bali Keluarkan Aturan PSBB Jawa-Bali
Gubernur Bali I Wayan Koster. (Suara.com/Silfa)

Selain regulasi, pemerintah juga mendorong optimalisasi keterlibatan satuan polisi pamong praja untuk menjaga kedisiplinan masyarakat.

SuaraBali.id - Bali keluarkan aturan PSBB Jawa-Bali. Sementara sejumlah daerah masih proses pembuatan kebijakan. Gubernur Bali sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan PSBB Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Menyusul Bali, Jakarta yang akan menerbitkan regulasi pada hari ini.

"Kepala daerah diharapkan sudah menyiapkan peraturan daerah baik pergub maupun perkada (peraturan kepala daerah)," kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta.

Begitu juga provinsi lain, seperti Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga didorong penerbitan regulasi turunan yang regulasinya sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021.

Baca Juga: Doni Prediksi PSBB Jawa-Bali Bisa Tekan Kasus Covid Sebesar 20 Persen

Selain regulasi, pemerintah juga mendorong optimalisasi keterlibatan satuan polisi pamong praja untuk menjaga kedisiplinan masyarakat.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan imbauan jelang Nataru. (dok.Beritabali.com/ist)
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan imbauan jelang Nataru. (dok.Beritabali.com/ist)

Saat ini, kata dia, klaster COVID-19 tidak hanya di perkantoran tapi sudah ada di sejumlah tempat mulai dari pasar hingga lingkungan rumah tangga.

Dia meminta masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan termasuk tetap berada di rumah kecuali kepentingan mendesak.

"Kalau tidak perlu, ya di rumah, tidak perlu berplesir ke tempat umum, itu ditutup semua. Yang esensial saja, yang diperlukan saja dan transportasi publik juga tetap beroperasi," katanya.

Kebijakan PSBB baru diterapkan di wilayah Jakarta dan 23 kabupaten serta kota di enam provinsi yakni Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

Baca Juga: Irjen Fadil Pimpin Sertijab 10 Kapolres hingga Direktur di Polda Metro Jaya

Pembatasan aktivitas masyarakat itu di antaranya kebijakan kerja dari rumah  sebesar 75 persen dan perkantoran kementerian atau lembaga sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara-Reformasi Birokrasi dengan tetap memperketat protokol kesehatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait