Pakai Rok Terlalu Pendek, Gadis 22 Tahun Babak Belur Digebuki di Jalan

Wakil Menteri Dalam Negeri minta masyarakat untuk melapor ke polisi jika menyaksikan pelecehan terhadap perempuan.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:10 WIB
Pakai Rok Terlalu Pendek, Gadis 22 Tahun Babak Belur Digebuki di Jalan
Ilustrasi perempuan dilecehkan (capture)

“Kami tidak dapat menerima bahwa hari ini di Prancis, seorang perempuan merasa dalam bahaya, baik dilecehkan, diancam, atau dipukuli karena cara berpakaian,” ujarnya.

Ilustrasi. (ANTARA/HO)
Ilustrasi. (ANTARA/HO)

Wakil Menteri Dalam Negeri Prancis Marlene Schiappa meminta masyarakat untuk melapor ke polisi jika menyaksikan pelecehan terhadap perempuan.

Mereka juga menyayangkan kejadian yang menimpa perempuan itu, pasalnya di Prancis memberikan kebebasan untuk warganya mengenakkan pakaian.

“Seorang perempuan tidak boleh dipukul karena dia memakai rok. Seorang perempuan dipukul karena ada orang (berpaham) misoginis, pro-kekerasan, serta merasa bebas dari hukum atau aturan kesopanan dengan menyerang mereka,” kata Schiappa, kepada radio France Bleu Alsace.

Baca Juga:Pakai Rok Pendek, Siswi SMA Prancis Lawan Stigma Baju Tak Senonoh

Ilustrasi Penganiayaan [Antara]
Ilustrasi Penganiayaan [Antara]

Kejadian itu bukan pertama kali terjadi, sebelumnya pada Kamis pekan lalu seorang remaja 18 tahun ditangkap petugas berwenang Prancis.

Pasalnya, ia diketahui melakukan percobaan penyerangan pada dua perempuan. Salah satu perempuan itu diketahui mengenakan pakaian terlalu pendek.

Remaja tersebut mendapat hukuman dengan cepat.

Proses hukumnya didapat sehari setelah kejadian penyerangan. Persidangan itu dilakukan dengan jalur cepat yang dibolehkan berdasarkan hukum Prancis.

Baca Juga:Pakai Rok Pendek, Wanita Amankan Benang Layangan di Jalan Malah Dicibir

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak