- Menkomdigi Meutya Hafid memperingatkan 900 guru di Bali pada 2 Juli 2026 mengenai tujuh risiko ancaman digital bagi anak.
- Berbagai risiko tersebut mencakup kecanduan internet, paparan konten tidak sesuai usia, eksploitasi komersial, hingga kebocoran data pribadi anak.
- Pemerintah mengajak guru mendampingi siswa dan membangun komunikasi aktif untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak.
"Aturan ini membantu orang tua, bukan menggantikan orang tua. Demikian juga tidak menggantikan peran para guru di sekolah," ujarnya.
Meutya mengatakan banyak orang tua mengeluhkan anak-anak yang kembali mengakses platform digital meski sudah dibatasi.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dan pendidikan digital sejak dini.
Ia meminta para guru untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan siswa mengenai penggunaan internet yang sehat, serta mengajarkan pentingnya menjaga data pribadi dan memahami risiko dunia digital.
Menurut Meutya, anak-anak yang terlalu dini terpapar media digital dan mengalami kecanduan justru berpotensi kehilangan kemampuan berekspresi dan membangun relasi sosial secara baik.
Karena itu, pemerintah menggandeng para guru sebagai mitra strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak.
"Kami memohon bantuan para guru untuk mengingatkan orang tua dan mendampingi anak-anak agar lebih bijak menggunakan ruang digital," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg
-
Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Terjadi Gempa Bumi Flores, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak