Eko Faizin
Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). [Antara/Gecio Viana/sth/nz]
Baca 10 detik
  • Dua lokasi wisata di Manggarai, NTT, yaitu Nuca Molas dan Wae Rebo ditutup sementara sejak Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Penutupan dilakukan menyusul gempa magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, yang menimbulkan potensi tsunami dan longsor jalur pendakian.
  • Keputusan penutupan diambil demi keselamatan wisatawan, dan tempat wisata akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman.

SuaraBali.id - Dua lokasi wisata di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Nuca Molas dan Wae Rebo ditutup sementara.

Penutupan tersebut dilakukan pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) kemarin.

Ketua Pengelola Wisata Bahari Nuca Molas, Sahrul Gerong mengatakan penutupan dilakukan demi keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Nuca Molas.

"Sejak kemarin, setelah gempa itu kami putuskan untuk tutup sementara lokasi wisata Nuca Molas, karena ada potensi tsunami kemarin," ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Nuca Molas, ujar dia salah satu lokasi wisata yang banyak pengunjungnya jika di hari-hari libur seperti saat ini.

Menurut dia, penutupan sementara belum bisa dipastikan sampai kapan, karena hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi dan berdasarkan laporan BMKG sudah mencapai 700an kali gempa susulan.

"Kalau keadaan sudah aman, baru kami akan buka kembali," ujar dia.

Sementara itu lokasi wisata populer Waerebo juga ditutup akibat gempa bumi yang melanda pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) kemarin.

Berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan melalui media sosial mereka @waerebo.official diumumkan bahwa penutupan tersebut demi keselamatan bersama.

"Sehubungan dengan telah terjadi gempa bumi dan adanya potensi longsor pada jalur pendakian menuju Waerebo, maka untuk sementara waktu kawasan Waerebo ditutup untuk kunjungan," demikian bunyi pengumuman di akun instagramnya. (Antara)

Load More