- Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor LH Bali-Nusra, Denpasar, pada Kamis, 16 April 2026.
- Para pengangkut sampah memprotes pelarangan sampah organik di TPA Suwung yang dinilai belum disertai solusi pembuangan yang memadai.
- Massa menuntut pembukaan kembali TPA Suwung dan intervensi Presiden, atau mereka akan melakukan aksi mogok kerja massal.
SuaraBali.id - Bau menyengat sampah tercium dari arah Lapangan Renon Denpasar. Pun juga pemandangan yang tak biasa yang hadir di depan Kantor Gubernur Bali.
Jejeran ratusan truk penuh dengan sampah terparkir sehingga menyatukan aroma menyengat yang sangat tercium.
Tindakan ini merupakan aksi dari Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (LH) Bali-Nusra, Denpasar, Kamis (16/4/2026) pagi.
Ratusan truk ini awalnya berkumpul sejak pagi di TPA Suwung. Secara berkonvoi, mereka bergerak menuju lokasi demonstrasi hingga akhirnya tiba sekitar pukul 10.30 WITA.
Satu truk bahkan terdengar memainkan musik Angklung Ngaben yang biasa dipakai untuk mengiringi prosesi Ngaben di Bali.
Aksi tersebut berkaitan dengan pelarangan sampah organik masuk ke TPA Suwung namun belum ada solusi yang berjalan baik bagi para pengangkut sampah.
Para pengangkut sampah mengeluhkan jika pemerintah belum menyediakan solusi bagi pembuangan sampah organik.
Sehingga dalam aksi tersebut, mereka melayangkan 3 poin tuntutan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Tuntutan pertama mereka adalah agar pemerintah tetap membuka TPA Suwung tanpa pembatasan hingga pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) rampung.
Baca Juga: Masih Suka Bakar Sampah? Bahaya Kanker Mengintai di Balik Asapnya
“TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan buangan sampah dengan tetap melakukan revitalisasi sampai fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik PSEL beroperasi,” ucap Koordinator aksi, I Wayan Suarta.
Mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan menyelesaikan polemik sampah di Bali.
Jika kedua tuntutan tersebut, merek mengancam untuk melakukan mogok kerja untuk tidak mengambil sampah masyarakat.
“Jika Tuntutan ini tidak di penuhi maka kami akan mogok masal mengangkut sampah,” kata Suarta yang diikuti sorakan massa aksi.
Pembacaan poin tuntutan berlangsung cukup cepat dan sekitar pukul 11.15 WITA, perwakilan massa aksi diizinkan untuk melakukan negosiasi tuntutan mereka bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta pihak terkait.
Hingga saat ini, proses negosiasi masih berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
Terkini
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar
-
Influencer APG Mengaku 15 Kali Gunakan Whip Pink
-
WNA Australia Isap Liquid Ganja untuk Obat Nyeri Lutut dan Depresi
-
Sering Air Mati Bergilir? Ini Penjelasan Resmi PDAM Lombok Tengah
-
Penampakan Kebakaran Bukit Savana Propok Kawasan Gunung Rinjani