- Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan lonjakan harga plastik hingga 60 persen di Provinsi NTB.
- Kenaikan harga berbagai jenis kemasan plastik telah berlangsung sejak akhir Maret dan terus dikeluhkan para pedagang.
- Pedagang di Kota Mataram terpaksa tetap menggunakan plastik meski keuntungan berkurang akibat tingginya harga kebutuhan tersebut.
SuaraBali.id - Dampak perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran berdampak ke berbagai multisektor.
Selain bahan bakar, dampak yang dirasakan oleh masyarakat saat ini yaitu harga plastik meningkat tajam.
Bahkan kenaikan plastik di Provinsi NTB ini yaitu mencapai 60 persen. Kenaikan harga salah satu kemasan untuk membawa barang ini juga dikeluhkan oleh para pedagang.
Salah seorang pedagang di Bale Plastik di Kota Mataram, Ana menuturkan harga ini dimulai sejak akhir Maret lalu pasca bulan puasa ramadan.
Misalnya untuk plastik kantong kresek kenaikan mencapai Rp5.000 per pack. Dimana sebelumnya harga kantong kresek yaitu Rp8.000 per pack sekarang meningkat menjadi Rp13.000 ribu.
“Kalau yang jenis thinwall ini juga naik harganya dari Rp31 ribu menjadi Rp34 ribu. Semuanya pada naik harga plastik,” katanya Selasa (7/4/2026).
Ia mengatakan, dari informasi yang didapatkan kenaikan harga yang terjadi akibat dari perang yang terjadi Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
“Katanya sih itu karena perang,” ungkap Ana.
Kenaikan harga plastik ini mulai dikeluhkan oleh para pembeli. Meskipun demikian, hal itu tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan.
Baca Juga: Demi Hemat BBM, Pemkot Ini Paksa Pejabat Naik Sepeda, Berani Tinggalkan Mobil Dinas?
Pasalnya, plastik menjadi kebutuhan penting bagi para pedagang.
“Ada yang mulai ngeluh dan banyak terutama dari pedagang-pedagang,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang jajan di Pasar Kebon Roek Ampenan, Ika mengeluhkan harga plastik yang sangat tinggi.
Semua jenis plastik yang biasa digunakan membungkus jajan ikut naik.
Dengan kenaikan yang terjadi, ia mengaku tidak serta merta menaikkan harga barang dagangannya. Akan tetapi, dampak yang dirasakan adalah keuntungan yang diperoleh berkurang.
“Ini saya beli kantong kresek biasanya beli Rp16 ribu menjadi Rp25 ribu sekarang,” kata Ika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?