- Polres Badung menangkap empat pelaku pembunuhan berencana terhadap rekan kerjanya di Abiansemal pada 7 Mei 2026 lalu.
- Motif pembunuhan dipicu dendam pelaku berinisial DF akibat sering menerima perundungan bernada rasis dari pihak korban.
- Polisi mengamankan para tersangka di Jember pada 18 Mei 2026 dengan ancaman hukuman maksimal dua puluh tahun.
SuaraBali.id - Kepolisian Resor (Polres) Badung menangkap pelaku pembunuhan dari mayat yang ditemukan di persawahan di Abiansemal, Kabupaten Badung, beberapa waktu lalu.
Pembunuhan tersebut terjadi akibat korban yang kerap melakukan perundungan terhadap pelaku.
Sebanyak 4 pelaku diamankan di dua lokasi yang ada di Kabupaten Jember, Senin (18/5/2026) lalu. Mereka di antaranya berinisial DF (20), MKH (24), AFP (17), dan IPR (16).
“Jadi, para pelaku ini kita amankan di wilayah Jawa Timur, Kabupaten Jember, di dua tempat yang berbeda. Jadi, satu tempat ada tiga orang pelaku dan satu tempat lainnya ada satu orang pelaku,” kata Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Rabu (20/5/2026).
Joseph menerangkan jika peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Kamis (7/5/2026) dini hari lalu. Peristiwa itu didasari rasa sakit hati yang dirasakan DF terhadap korban.
Keduanya merupakan rekan kerja di sebuah tempat pencucian motor yang ada di Abiansemal. Namun, DAD disebut kerap merundung DF dengan bernada rasis hingga membuat DF sakit hati.
“Selama itu dia sering dibully dengan kata-katanya yang tidak bagus itu,” ungkap Joseph.
“Ya (diejek) penampilannya. Sementara yang pelaku ini kan bukan orang ras tersebut,” tambah dia.
Dendam tersebut yang akhirnya mendasari DF untuk membunuh korban.
Baca Juga: Canggu Macet Parah, Wagub Bali Usul Taksi Laut dari Bandara
Kemudian, korban sempat mengajak DF untuk mengambil kompresor yang ada di tempat mereka bekerja. Ajakan itu kemudian membuat DF untuk membuat rencana untuk mengakhiri nyawa korban.
Dia pun mengajak tiga orang temannya untuk melakukan itu dengan iming-iming mencuri harta korban dan membaginya saat berhasil.
Saat kejadian, korban yang tiba di lokasi pada dini hari itu langsung disergap tiga teman DF. Lantas, DF turut menusuk pisau yang dibawanya ke badan korban.
Pelaku lainnya sempat memukul korban dengan botol dan kursi hingga pelaku tersungkur.
Saat memastikan korban telah meninggal, mereka lantas membersihkan TKP dan membawa mayat korban dengan karung. Mereka menguburkan mayat korban di lahan persawahan tersebut.
“Setelah lubang selesai digali, jenazah korban dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menggunakan sepeda motor menuju lokasi penguburan. Jenazah kemudian dikuburkan oleh DF bersama pelaku lainnya,” paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Kabar Baik! Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Pelni Digratiskan 100 Persen