- Pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1447 H digelar Jumat (20/3/2026) malam di Kota Mataram melibatkan 202 kafilah.
- Kafilah di Kota Mataram menampilkan miniatur masjid dengan beragam arsitektur dalam pawai takbiran tersebut.
- Toleransi umat beragama di Mataram ditunjukkan melalui penggunaan panggung bekas parade Ogoh-Ogoh untuk takbiran.
SuaraBali.id - Setelah parade Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan umat hindu sebagai acara menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1948 pada Rabu (18/3/2026) kemarin.
Pada Jum’at (20/3/2026) malam ini Kota Mataram kembali dimeriahkan dengan pawai takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah.
Pada Jum’at malam, pawai takbiran digelar oleh masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi NTB.
Khusus di Kota Mataram dipusatkan di masing-masing kecamatan. Hal ini untuk mengefektifkan waktu pelaksanaannya. Dimana, jumlah peserta atau kafilah yang ikut pada pawai takbiran di Kota Mataram yaitu sebanyak 202 kafilah.
Dirincikan, kafilah dari Sandubaya sebanyak 32 peserta, Mataram sebanyak 27 peserta, Ampenan sebanyak 50, Selaparang 38 kafilah, Cakranegara 27 kafilah dan Sekarbela 28 kafilah.
Rata-rata setiap kafilah membuat miniatur masjid baik itu masjid di lingkungannya sendiri atau terinspirasi dari masjid lain. Mulai dari masjid kuno hingga masjid dengan arsitektur modern.
Toleransi di Kota Mataram disebut sangat kuat. Bahkan, panggung yang sebelumnya digunakan untuk parade ogoh-ogoh kini dimanfaatkan lagi untuk pawai takbiran.
“Penggunaan panggung sudah disampaikan sama pak camat begitu. Ini kan berdekatan waktunya,” katanya Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.
Ia mengatakan, toleransi di Kota Mataram sudah dirawat cukup lama. Bagaimana merawat perbedaan keyakinan, budaya dan kebiasaan yang lain. “Ini gambaran kita ini sangat majemuk dan alhamdulillah ini berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Baca Juga: MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Mataram H. Lalu Martawang mengatakan rute pawai takbiran ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dimana, pemda Kota Mataram dan kepolisian resort sudah menggelar rapat koordinasi untuk rute pawai takbiran.
Pembahasan ini jika pelaksanaan hari raya idul fitri jatuh pada tanggal 20 Maret atau bertepatan dengan pelaksanaan nyepi umat hindu.
Dimana, dalam aturannya para kafilah akan melaksanakan pawai tidak boleh melewati perkampungan umat hindu.
“Kita sudah buat jalur-jalur baru yang akan dilewati peserta jika pelaksanaan Hari Raya Nyepi tanggal 20 Maret,” ungkapnya.
Namun berdasarkan sidang isbat Kementerian Agama RI, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri yaitu jatuh pada tanggal 21 Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
Tim Bergerak Cepat Padamkan Api di Puncak Setampol Rinjani
-
Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali
-
Pestapora 2026 Makin Nyaman, Ada Cicilan 0% dari BRI Kartu Kredit