- Pemerintah Kota Mataram mengatur Parade Ogoh-ogoh dimulai pukul 12.00 WITA agar tidak mengganggu ibadah Ramadan.
- Rute Pawai Takbiran Idulfitri diubah agar tidak melewati perkampungan umat Hindu selama Nyepi.
- Kedua kegiatan ibadah tersebut diantisipasi agar berjalan aman dan harmonis, menunjukkan toleransi di Mataram.
SuaraBali.id - Tahun ini pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri hampir bersamaan.
Untuk menjaga keamanan dan kekhusyuaan pelaksanaan ibadah masing-masing agama, Pemerintah Kota Mataram membuat aturan selama pelaksanaan Parade Ogoh – Ogoh dan Pawai Takbiran.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan selama pelaksanaan parade ogoh-ogoh, Pemda Kota Mataram bersama lintas sektor sudah mengatur berbagai hal.
Hal ini dilakukan agar parade tersebut tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam pada bulan suci Ramadan ini.
Berdasarkan hasil rapat yang digelar, Parade ogoh-ogoh akan mulai pukul 12.00 WITA dengan titik start di depan Kantor Lurah Cakra Barat.
Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan selesai sebelum pukul 17.30 WITA.
“Perkiraan kita atraksi 3 menit dan jam maksimal 17.30 sudah selesai. Karena jumlah ogoh-ogoh itu ada 105,” katanya, Selasa (17/3).
Setelah parade ogoh-ogoh berakhir, umat Hindu akan melanjutkan rangkaian ritual keagamaan seperti Perang Api di Perempatan Negara Sakah, Cakranegara.
Diterangkan Martawang, prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Nyepi sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru (Pecaruan) di rumah masing-masing dan memasuki masa Tapa Brata Penyepian.
Baca Juga: 5 Dampak Nyepi yang Bikin Langit Bali Bersih Total Penuh Bintang
“Momentum ini menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Mataram. Umat Hindu bersiap menjalankan Nyepi, sementara umat Islam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah memastikan kedua kegiatan berjalan aman dan harmonis,” katanya.
Sedangkan untuk pawai takbiran, pemerintah Kota Mataram mengubah beberapa rute yang biasanya dilalui setiap tahun.
Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah umat Hindu.
“Jika pelaksanaan hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 20 Maret maka malam itu takbiran. Dan umat Hindu sedang melaksanakan Hari Raya Nyepi. Makanya kita akan ubah rutenya,” katanya.
Rute-rute yang akan digunakan selama takbiran nanti diupayakan tidak melewati kampung masyarakat Hindu. Sehingga suara takbiran tidak mengganggu pelaksanaan ibadahnya.
“Mencermati kondisi itu kita sudah mengantisipasi. Dari teman-teman panitia sehingga parade tidak bersinggungan. Selain itu, malam takbiran sudah memetakan kondisi dengan detail,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRImo Hadirkan Cara Baru Berinvestasi, Transfer Dana Sekaligus Beli Emas Secara Otomatis
-
Harga Daging Sapi di Mataram Tembus Rp145 Ribu, Jagal RPH Majeluk Mogok Massal
-
Warga Bali Ramai-Ramai Serahkan Monyet Ekor Panjang ke BKSDA
-
BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, Investasi Global Kini Bisa Lewat BRImo
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'