- Hari Raya Nyepi di Bali mengharuskan masyarakat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama satu hari penuh.
- Perayaan ini melibatkan penghentian total aktivitas, termasuk pemadaman listrik dan transportasi, selama 24 jam.
- Kondisi sunyi total saat Nyepi memberikan dampak positif signifikan terhadap lingkungan seperti peningkatan kualitas udara.
SuaraBali.id - Nyepi memiliki makna sunyi yang berarti sepi. Tak heran, jika Hari Raya Nyepi tiba, di Pulau Dewata Bali akan berubah menjadi Pulau yang sepi bak tanpa penghuni.
Masyarakat Hindu Bali menjalani satu hari penuh dalam suasana hening tanpa aktivitas seperti biasanya.
Mereka menjalankan serangkaian aturan atau dikenal dengan ‘Catur Brata Penyepian’ untuk intropeksi diri, menenangkan pikiran, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Ada berbagai macam aturan dalam Catur Brata Penyepian, yakni amati Geni, menahan diri dari menyalakan api maupun sumber Cahaya.
Amati Karya, larangan melakukan aktivitas maupun pekerjaan apapun. Kemudian Amati lelungan, tidak bepergian kemana – mana dan tetap berada di rumah.
Serta Amati Lelanguan, menahan diri dari berbagai bentuk hiburan maupun kesenangan.
Semua aturan dalam Catur Brata Penyepian ini tentu akan berpengaruh pada peraturan – peraturan yang berlaku di Pulau Bali selama Nyepi.
Pasalnya, Nyepi dirayakan dengan cara yang sangat tenang, bahkan bisa dibilang sunyi total selama 24 jam.
Seluruh aktivitas di Bali akan terhenti, dengan suasana tanpa pencahayaan sedikit pun, baik siang maupun malam hari.
Baca Juga: Penyebab Antrean Puluhan Kilometer Menuju Pelabuhan Gilimanuk Jelang Nyepi
Selain itu, kendaraan yang biasanya berlalu lalang memadati jalanan di Bali, tidak akan terlihat sama sekali saat Nyepi tiba.
Dengan berbagai macam aturan yang berlaku saat Nyepi, kira – kira akan berdampak apa untuk lingkungan di Bali?
Sebagian Masyarakat Bali yang bukan beragama Hindu mungkin sudah terbiasa dengan tradisi tersebut.
Namun ada juga yang belum sepenuhnya menerima, yang akhirnya merasa terganggu karena seperti terperangkap di dalam rumah seharian.
Namun, pada dasarnya, dengan adanya tradisi sunyi total saat Nyepi tersebut justru memberikan dampak positif bagi lingkungan di Bali.
Salah satunya yaitu terbebas dari polusi udara yang diakibatkan dari kendaraan berlalu Lalang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian