- Lonjakan penyeberangan Bali-Jawa di Gilimanuk terjadi menjelang Nyepi 2026, dipicu tingginya volume kendaraan logistik dan masyarakat.
- ASDP mengoperasikan 35 kapal penuh waktu dan menerapkan skema bongkar muat cepat untuk mengurai kepadatan di lintasan tersebut.
- Data menunjukkan peningkatan signifikan penumpang dan kendaraan roda dua melintasi Gilimanuk dalam 24 jam terakhir sebelum masa sepi.
SuaraBali.id - Arus kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mengalami lonjakan signifikan.
Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, terutama menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik menjadi faktor utama peningkatan volume penyeberangan.
Dalam upaya mengurai kepadatan, operator pelabuhan tersebut mengerahkan sebanyak 35 kapal yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan jumlah kapal yang dioperasikan mengalami peningkatan dari kondisi normal sebanyak 28 unit.
Penambahan armada ini dilakukan untuk mempercepat proses angkut kendaraan dan penumpang di lintasan Gilimanuk–Ketapang.
Selain itu, ASDP juga menerapkan pola operasi “tiba–bongkar–berangkat” terhadap enam kapal.
Dengan skema ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang hanya melakukan pembongkaran muatan tanpa mengangkut penumpang baru, lalu langsung kembali ke Gilimanuk guna mempercepat rotasi layanan.
Di sisi infrastruktur, lintasan penyeberangan didukung oleh total 17 dermaga aktif, masing-masing sembilan dermaga di Pelabuhan Ketapang dan delapan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk.
Baca Juga: Horor! Antrean Kendaraan 30 KM Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 16 Warga Pingsan
Dermaga jenis Landing Craft Machine (LCM) secara khusus difokuskan untuk melayani kendaraan logistik, sehingga arus kendaraan besar dapat dipisahkan dari kendaraan penumpang.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada Sabtu (14/3), tercatat sebanyak 234 trip kapal melayani penyeberangan dari Bali menuju Jawa.
Jumlah penumpang mencapai 54.652 orang, meningkat 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 10.733 unit atau naik 37,5 persen. Sementara kendaraan roda empat tercatat sebanyak 4.610 unit atau naik tipis 0,7 persen.
Untuk kendaraan logistik, jumlah truk yang menyeberang mencapai 1.986 unit atau naik 2,3 persen. Sedangkan jumlah bus justru mengalami penurunan sebesar 22,9 persen menjadi 503 unit.
ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat antrean panjang yang terjadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRImo Hadirkan Cara Baru Berinvestasi, Transfer Dana Sekaligus Beli Emas Secara Otomatis
-
Harga Daging Sapi di Mataram Tembus Rp145 Ribu, Jagal RPH Majeluk Mogok Massal
-
Warga Bali Ramai-Ramai Serahkan Monyet Ekor Panjang ke BKSDA
-
BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, Investasi Global Kini Bisa Lewat BRImo
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'