- Waketum MUI Cholil Nafis mengimbau Muslim tidak mengganggu ibadah Nyepi umat Hindu di Indonesia.
- Ia meminta umat Muslim yang akan takbiran mengurangi penggunaan pengeras suara demi kenyamanan Nyepi.
- Menteri Agama mengajak semua pihak jadikan Nyepi momentum memperkuat persaudaraan di tengah Ramadhan.
SuaraBali.id - Wakil Ketua Umum, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengimbau kepada seluruh muslimin Indonesia, khususnya kepada yang tinggal berdekatan dengan masyarakat Hindu agar tidak menjadikan Ramadhan dan Idul Fitri sebagai hal yang mengganggu ibadah Nyepi.
"Kita harus memberikan ruang yang sama untuk merayakan dan melaksanakan ibadah. Bagi saudara-saudara yang melakukan Nyepi, kita Muslim tidak boleh mengganggu," katanya ditemui di Jakarta, Kamis (19/3).
Waketum MUI menekankan Indonesia merupakan negara Pancasila, dengan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa", yang menjamin seluruh umat untuk menjalankan syariat agamanya masing-masing.
Ia mengimbau kepada umat Muslim, khususnya yang tinggal di wilayah Bali dan akan melaksanakan takbir pada malam ini agar tidak melaksanakannya dengan pengeras suara yang berlebihan.
"Demikian juga teman-teman kita yang mau takbir, ya takbir, tapi tidak bagi pengeras yang besar, sehingga tidak mengganggu saudara-saudara kita yang sedang melakukan Nyepi," ujarnya.
"Bisa dilakukan dengan dialog, diatur dengan yang baik, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, maksimal, Indonesia yang damai dan sejahtera," tutur Cholil Nafis.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.
Menag mengatakan perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa, karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadhan serta berdekatan dengan Idul Fitri 1447 H.
Ia menilai pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.
Baca Juga: Intip 5 Makanan Khas Bali yang Wajib Ada Saat Nyepi
"Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga," ucap Nasaruddin Umar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan
-
Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Promo Hemat 25% untuk Boost Harimu
-
9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1