- Pedagang bunga rampai di TPU Mataram mengalami peningkatan signifikan omzet penjualan saat Idul Fitri 1447 H/2026.
- Penjualan bunga rampai per hari bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, jauh melebihi hari biasa.
- Kenaikan harga bahan baku bunga terjadi sebab bersamaan kebutuhan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.
SuaraBali.id - Pedagang bunga rampai di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, panen rezeki saat Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, karena banyaknya peziarah usai shalat Id.
Kadek (45) salah satu pedagang di TPU Karang Kelok di Mataram, mengatakan, Lebaran menjadi momentum yang ditunggu-tunggu untuk berjualan bunga rampai di TPU.
"Dalam setengah hari, saya bisa menjual bunga rampai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu. Biasanya sehari-hari paling banyak saya hanya dapat berjualan Rp100 ribu," katanya, Sabtu (21/3).
Karena itu, meskipun dirinya juga baru usai merayakan Hari Raya Nyepi namun dirinya tetap keluar berjualan menjajakan bunga rampai di pemakaman, bersama dengan sejumlah pedagang lainnya.
Satu bungkus bunga rampai di jual Rp2.500, dan bunga rampai sengaja sudah dibungkus-bungkus agar mudah dipilih peziarah.
Untuk bisa berjualan di TPU saat Idul Fitri, Kadek sudah memesan bunga rampai jauh-jauh hari dari pengepul di wilayah Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
"Bunga yang saya bawa hari ini, sedikit berkurang dan kurang variatif baik warna maupun jenisnya karena stok di petani juga kurang akibat curah hujan," katanya.
Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya Fatma yang sudah berjualan bunga rampai sejak belasan tahun, dia mengatakan harga bunga saat ini cenderung naik dari biasa.
Misalnya untuk bunga jenis pacar air Rp20.000 per kilogram, tapi kini Rp25.000-Rp30.000 per kilogram. Kondisi itu, terjadi juga karena waktu Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang membutuhkan banyak bunga, bersamaan.
Baca Juga: Fenomena Unik Bali: Ribuan Peziarah Lintas Agama Padati Pemakaman Muslim Saat Idul Fitri
"Untuk menyiasati agar harga bunga rampai tetap, kami mengurangi isi dari setiap kantong bunga rampai yang dijual sehingga bisa dijual Rp2.500 per bungkus," katanya.
Selain menjual bunga rampai, Fatma juga menjual air bersih dengan menggunakan botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter dijual Rp2.500 per botol untuk memudahkan peziarah agar tidak membawa air dari rumah.
"Alhamdulillah, tradisi ziarah kubur setelah Idul Fitri memberikan berkah untuk kami pedagang rampai dan air bersih," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Lebaran di Kuburan: Permintaan Melonjak, Bunga Rampai Jadi 'Emas' Dadakan
-
1.639 Narapidana di Bali Dapat Remisi Idul Fitri, 26 Langsung Bebas!
-
Fenomena Unik Bali: Ribuan Peziarah Lintas Agama Padati Pemakaman Muslim Saat Idul Fitri
-
Shalat Idul Fitri di Bali Dibantu Pecalang: Bukti Nyata Hidup Rukun di Tanah Dewata
-
Parade Ogoh-Ogoh Langsung Disambung Pawai Takbiran, Bukti Toleransi di Mataram