- Ribuan peziarah lintas agama mengunjungi Pemakaman Muslim Wanasari Maruti 13 Denpasar saat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3).
- Tradisi ziarah ini terbuka bagi seluruh agama diizinkan dengan catatan berpakaian sopan, mencapai puncaknya pasca Salat Idul Fitri.
- Pengelola mengakomodasi lonjakan peziarah hingga ribuan orang dengan membuka lokasi lebih lama dan menyediakan fasilitas pendukung.
SuaraBali.id - Ribuan umat tidak hanya Muslim tetapi lintas agama menjalankan tradisi ziarah di Pemakaman Muslim Wanasari Maruti 13 atau dikenal Kampung Wanasari, Kota Denpasar, Bali saat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3).
“Pemakaman ini memang diperuntukkan kepada Muslim, yang dimakamkan Muslim, tapi di Bali karena majemuk ada yang orang tuanya, anaknya, atau saudaranya ada keturunan Islam jadi ketika meninggal keluarganya yang non-Islam ikut ziarah,” kata Ketua Pemakaman Muslim Wanasari Maruti 13 Kota Denpasar Abdul Hakim di Denpasar.
Ia mengatakan tak ada batasan dalam tradisi ini, seluruh umat beragama diizinkan berziarah dengan berpakaian sopan dan rapi.
Biasanya para peziarah sudah mulai datang sepekan menjelang Idul Fitri untuk mulai membersihkan makam mendiang keluarga atau sekaligus tabur bunga lebih awal.
Apalagi, dua hari lalu Hari Raya Nyepi sehingga masyarakat Muslim sudah merencanakan jadwal dengan baik karena saat Nyepi tidak dapat melakukan ziarah atau persiapan lainnya.
Begitu pula dengan umat Hindu yang memiliki keluarga dimakamkan di Kampung Wanasari itu sehingga tidak mungkin melakukan ziarah saat Nyepi.
Puncak tradisi itu pada Hari Lebaran, setelah umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong menuju makam Kampung Wanasari untuk mendoakan mendiang keluarga.
“Rangkaiannya peziarah H-1 minggu datang jelang Idul Fitri tapi puncaknya saat Idul Fitri karena biasanya supaya tidak desak-desakan, biasanya yang datang hari ini karena tidak mudik, karena sengaja ke Bali untuk ke makam keluarganya, atau memang tinggal di Bali karena banyak memang Muslim Bali makanya ada yang keturunannya beda agama,” ujarnya.
Saat hari normal, Abdul mencatat jumlah masyarakat yang datang ke makam Kampung Wanasari 100-150 orang, sedangkan pada Kamis (19/3) atau malam Jumat bisa menyentuh 500 orang.
Baca Juga: Shalat Idul Fitri di Bali Dibantu Pecalang: Bukti Nyata Hidup Rukun di Tanah Dewata
Namun, ketika Ramadhan menjelang Lebaran jumlah mereka yang datang bisa ribuan orang.
Untuk mengakomodasi mereka yang hadir dalam tradisi ziarah ini, pengelola makam membuka lokasi hingga pukul 18.00 Wita. Hal itu didukung fasilitas dan air minum untuk membantu masyarakat yang berdesakan untuk masuk makam.
Perkiraannya, jumlah peziarah akan menurun pada H+3 Lebaran.
Suasana toleransi umat lintas agama tidak hanya terlihat di dalam makam, namun juga di depan makam, sebab UMKM yang menjual bunga di depan makam tidak hanya diisi umat Muslim namun juga Hindu.
“UMKM ini mayoritas penduduk setempat tapi ada yang Hindu bahkan mereka jualan turun-temurun, ada yang 20 tahun jual bunga, mereka biasanya stok bunga apalagi berbenturan Hari Raya Nyepi jadi banyak menyiapkan karena banyak yang beli, ini membawa berkah juga bagi semua umat,” ujar dia.
Salah sagu peziarah bernama Nyoman Menu bercerita bahwa keluarganya termasuk yang masih menjalankan tradisi ziarah itu meski lintas agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga