Di Bali, selain melakukan Nyepi di rumah, juga melestarikan tradisi Nyepi Sawah. Seperti yang dilakukan petani Jatiluwih, Kecamatan Penebel [SuaraBali.id/Istimewa]
Baca 10 detik
- Nyepi merupakan hari raya Hindu penanda tahun baru Saka yang dijalani dalam keheningan total untuk refleksi diri.
- Petani Jatiluwih melaksanakan Nyepi Sawah selama dua hari (29-30/3/26) untuk menetralkan kekuatan negatif sawah.
- Ritual Nyepi Sawah ini sudah berlangsung turun-temurun sejak 1933 dan tidak mengganggu operasional pariwisata Jatiluwih.
Wisatawan diperbolehkan menikmati pariwisata di Jatiluwih dengan beraktivitas di jalur trekking. Namun, wisatawan tidak diperbolehkan masuk hingga ke area pematang sawah.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg
-
Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Terjadi Gempa Bumi Flores, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak