- Pura adalah bangunan suci Hindu di Bali dengan arsitektur ruang terbuka, terdiri dari zona terpisah oleh tembok dan gapura.
- Pura Kramat Ratu Mas Sakti di Badung menjadi ruang pertemuan lintas agama, sering didatangi umat Islam untuk berziarah.
- Tempat suci ini dikaitkan dengan Ratu Mas Sakti, dipercaya nelayan memohon perlindungan serta kesembuhan dari penyakit.
SuaraBali.id - Pura selama ini dikenal sebagai tempat ibadah yang sakral bagi umat Hindu di Indonesia.
Bangunan suci ini banyak ditemukan di Pulau Bali, wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Hindu.
Tak heran jika Bali kerap dijuluki sebagai “pulau seribu pura”.
Secara arsitektur, pura umumnya dirancang sebagai tempat ibadah di ruang terbuka yang terbagi dalam beberapa zona.
Setiap zona dipisahkan oleh tembok dan dihubungkan oleh gapura dengan ukiran khas Bali.
Di dalam kompleks pura biasanya terdapat beberapa bangunan suci, seperti pelinggih yang menjadi tempat bersemayam Hyang atau roh suci, meru berupa menara dengan atap bertingkat, serta bale yang berfungsi sebagai pendopo atau paviliun untuk kegiatan keagamaan.
Bagi umat Hindu, pura merupakan tempat utama untuk bersembahyang dan menjalankan berbagai ritual keagamaan.
Namun menariknya, di Bali ada pula pura yang justru ramai dikunjungi umat dari agama lain, termasuk umat Islam.
Salah satunya adalah Pura Kramat Ratu Mas Sakti yang berada di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Baca Juga: Kasus Mutilasi Bali: Lokasi Sementara 6 Buronan Terungkap
Tempat suci ini dikenal sebagai ruang perjumpaan lintas keyakinan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Tidak hanya umat Hindu yang datang untuk bersembahyang, pura ini juga sering didatangi umat Islam yang datang untuk berziarah.
Tradisi tersebut sudah berlangsung lama dan hingga kini tetap terjaga sebagai simbol harmoni antarumat beragama.
Bagi umat Hindu, Pura Kramat Ratu Mas Sakti dimuliakan sebagai stana Ida Bhatara, tempat bersemayamnya kekuatan suci.
Sementara bagi sebagian umat Islam, mengunjungi tempat ini diyakini memiliki makna spiritual yang serupa dengan berziarah ke makam para wali.
Karena itu, pura ini terbuka bagi siapa saja yang datang dengan niat baik, baik untuk bersembahyang, berziarah, maupun sekadar belajar tentang budaya dan tradisi Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Terkini
-
Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri
-
PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan