- Pura adalah bangunan suci Hindu di Bali dengan arsitektur ruang terbuka, terdiri dari zona terpisah oleh tembok dan gapura.
- Pura Kramat Ratu Mas Sakti di Badung menjadi ruang pertemuan lintas agama, sering didatangi umat Islam untuk berziarah.
- Tempat suci ini dikaitkan dengan Ratu Mas Sakti, dipercaya nelayan memohon perlindungan serta kesembuhan dari penyakit.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Pura Kramat Ratu Mas Sakti juga menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan dapat bertemu dalam nilai-nilai kesucian dan penghormatan terhadap tradisi.
Menurut kisah yang berkembang di masyarakat setempat, berdirinya pura ini berkaitan dengan sosok legendaris bernama Ratu Mas Sakti.
Ia diyakini sebagai seorang ratu dari Jawa yang dikenal memiliki kecantikan sekaligus kebijaksanaan luar biasa.
Ratu Mas Sakti disebut sangat dicintai rakyatnya dan dihormati oleh banyak orang. Namun di balik itu, ia juga dikenal memiliki kemampuan kebatinan yang tinggi.
Dalam cerita rakyat, Ratu Mas Sakti diyakini mampu berkomunikasi dengan dunia gaib dan memiliki kekuatan magis yang besar.
Salah satu kisah yang paling dikenal berkaitan dengan pura ini adalah kepercayaan masyarakat nelayan terhadap perlindungan Ratu Mas Sakti.
Konon, para nelayan yang hendak melaut kerap datang lebih dulu ke pura tersebut untuk berdoa dan memohon keselamatan.
Mereka percaya, doa yang dipanjatkan di tempat ini akan membawa perlindungan selama berada di tengah laut.
Bahkan, menurut cerita yang berkembang, nelayan yang datang berdoa di pura ini kerap pulang dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Baca Juga: Kasus Mutilasi Bali: Lokasi Sementara 6 Buronan Terungkap
Tak hanya itu, Pura Kramat Ratu Mas Sakti juga dipercaya memiliki kekuatan untuk memohon kesembuhan dari penyakit serta perlindungan dari berbagai bencana.
Karena kepercayaan itulah, pengunjung dari berbagai daerah datang ke tempat ini.
Mereka mengikuti ritual atau memberikan persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Mas Sakti.
Di tengah keberagaman Indonesia, kisah Pura Kramat Ratu Mas Sakti menjadi contoh bahwa tradisi, kepercayaan, dan budaya dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai keyakinan dalam harmoni.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
17 Saksi Pembakaran Santri Diperiksa Polisi
-
7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada
-
Minyakita Bercampur Biosolar? Ini Hasil Investigasi Bulog NTB
-
Program Makan Gratis Libur, Harga Sayur di Lombok Anjlok Parah
-
Kisah BRI Dampingi PMI Bangun Usaha, Dari Pekerja Migran Jadi Entrepreneur