- Pembunuhan Bule Belanda berinisial RP terjadi di Kuta Utara, Badung, pada Senin (23/3/2026) akibat luka tusukan.
- Polda Bali resmi menetapkan dua WN Brasil, Darlan Bruno Lima San Ana dan Kalyl Hyorran, sebagai tersangka pelaku.
- Kedua tersangka diduga kabur dari Indonesia pada Selasa (24/3/2026) sehari setelah kejadian, polisi telah menerbitkan DPO.
SuaraBali.id - Sebuah kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang Bule asal Belanda berinisial RP (49) di Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (23/3/2026), kini menemui babak baru.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali secara resmi menetapkan dua warga negara Brasil sebagai tersangka. Mirisnya, kedua tersangka tersebut diduga berhasil melarikan diri dari Indonesia tak lama setelah kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan tersebut.
Mereka adalah dua pria bernama Darlan Bruno Lima San Ana (35) dan Kalyl Hyorran (28), keduanya merupakan Warga Negara Brasil.
"Patut diduga yang melakukan tindakan tersebut adalah sebanyak dua orang, di mana secara bukti ilmiah kita sudah langsung bisa melihat wajahnya, kemudian kita langsung bisa mengidentifikasi pelaku tersebut,” kata Adhi, Sabtu (28/3/2026).
Namun, kendala muncul ketika kedua tersangka diduga telah berhasil melarikan diri dari Indonesia pada Selasa (24/3/2026) lalu, sehari setelah peristiwa pembunuhan.
Adhi menyebut pihaknya berhasil mengidentifikasi maskapai yang membawa keduanya keluar dari Indonesia, meskipun masih enggan dijelaskan tujuan negara keduanya.
“Diperoleh data dia melalui pesawat terbang yang menuju sebuah negara transit yang kita duga. Nah, berdasarkan hal tersebut untuk lebih mencegahnya lebih jauh kita sudah resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO),” tutur Adhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bule Belanda berinisial RP (49) tewas di vila tempatnya menginap usai ditikam oleh dua orang tak dikenal menggunakan pisau.
Baca Juga: Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
Dari keterangan saksi, kedua pelaku menggunakan penyamaran berupa menggunakan jaket ojek online, sebuah modus yang sering digunakan untuk mendekati korban tanpa menimbulkan kecurigaan.
Sejumlah luka sadis ditemukan pada tubuh korban. Luka robek terdapat pada tubuh bagian kiri meliputi bagian kepala, leher, bahu, lengan, punggung, dan paha bawah. Ada juga luka terbuka yang lebar di pipi kiri korban hingga mengenai telinga kiri korban. Observasi sementara menunjukkan korban diduga tewas karena kehabisan darah.
Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti penting meliputi sebuah pisau, cincin pisau, sandal korban, serta ceceran darah di TKP.
Dari data sementara yang baru diperoleh, Darlan dan Kalyl sudah berada di Bali sejak 18 Februari 2026 lalu. Mereka bertempat tinggal sementara di daerah Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Informasi ini penting untuk menelusuri aktivitas mereka selama di Bali sebelum dan sesudah kejadian.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Pemilik Mobil yang Dikeroyok Debt Collector di Kuta Ternyata Anggota Polisi
-
Aksi Nekat Sekuriti Perkosa Bule Australia di Kamar Mandi Tempat Hiburan Malam di Bali
-
Driver Ojol Perkosa Turis China Ditangkap Saat Kembalikan Ponsel Korban
-
Bali Geger! Debt Collector Ngamuk di Kuta, Mobil Hancur dan Korban Luka-luka
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Warisan Leluhur Disulap Jadi Camilan Sehat, Produk UMKM Lombok Ini Tembus Pasar Internasional
-
Skandal Imigrasi Bali: Bagaimana 8 Pejabat Keruk Ratusan Miliar dari WNA
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Belanja Daerah Bali Masih di Bawah 30 Persen, DJPb: Tolong Belanja Dipercepat