- Pemerintah Kota Mataram memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.
- Langkah preventif dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan elpiji subsidi oleh pengusaha dapur makan bergizi gratis di wilayah tersebut.
- Dinas Perdagangan memastikan stok elpiji stabil serta melakukan pengecekan KTP guna mencegah penyalahgunaan gas oleh pihak berwenang.
SuaraBali.id - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperketat pengawasan pendistribusian elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran sekaligus antisipasi indikasi penggunaan elpiji 3 kilogram di dapur makan bergizi gratis (MBG).
Asisten I Setda Kota Mataram sekaligus sebagai Ketua Satgas MBG Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, mengatakan, salah satu poin krusial dalam pengawasan kali ini adalah mengantisipasi adanya indikasi penggunaan elpiji 3 kilogram oleh sektor MBG sehingga memicu terjadinya keterbatasan.
"Kami ingin memastikan jatah elpiji untuk Kota Mataram harus dikonsumsi sepenuhnya oleh warga setempat yang berhak," katanya, Selasa (12/5).
Hal tersebut disampaikan menyikapi adanya indikasi penggunaan elpiji 3 kilogram di kalangan pengusaha dapur MBG di kabupaten/kota lain. Sementara di Kota Mataram, sejauh ini indikasi tersebut belum ada ditemukan.
Kendati demikian, pihaknya memberikan perhatian khusus agar distribusi gas bersubsidi itu tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Selain itu, pemerintah kota mengingatkan pelaku ekonomi di level tersebut tidak diperbolehkan menggunakan gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
"Kami meminta tim di lapangan, termasuk camat dan lurah, untuk melakukan pengecekan detail. Jangan sampai jatah masyarakat kita diambil oleh pihak yang tidak berhak, termasuk untuk kebutuhan dapur MBG," katanya.
Untuk pengawasan, lanjutnya, dilakukan melalui tim Dinas Perdagangan dengan meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram di wilayahnya.
Langkah itu diambil untuk memastikan stok tetap aman sekaligus merespons isu kelangkaan yang terjadi di beberapa titik lain di wilayah NTB.
Baca Juga: Kejari Mataram Mulai Bidik Pengurus PMI Terkait Penyelidikan Dana 2025
Di sisi lain, berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Dinas Perdagangan menyebutkan, sejauh ini ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kota Mataram saat ini dalam kondisi stabil dan mencukupi kebutuhan warga.
"Sejauh ini, tim kami belum menemukan kasus penyalahgunaan elpiji 3 kilogram oleh MBG di Mataram, namun pemantauan terus diperketat sebagai langkah preventif," katanya.
Petugas akan melakukan pengecekan di tingkat lapangan dengan mencocokkan data kartu tanda penduduk (KTP) pembeli untuk memastikan penerima manfaat benar-benar warga yang layak.
Martawang mengatakan, Pemerintah Kota Mataram tidak segan-segan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran di lapangan.
Penguatan kapasitas pengawasan bertujuan untuk menghilangkan keraguan masyarakat dan mencegah terjadinya panik buying akibat isu-isu kelangkaan yang berkembang.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak berdasar, karena pemerintah menjamin pasokan akan terus dipantau secara berkala," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kejari Mataram Mulai Bidik Pengurus PMI Terkait Penyelidikan Dana 2025
-
Kenapa Nilai Rupiah Tembus Rp17.500 ? Ini Kata Pengamat
-
Men Jenggo Berpulang, Ternyata Ini Asal Usul Unik 'Nasi Jinggo' Wajib Diketahui Pecinta Kuliner
-
Deepfake Menkeu Purbaya Viral di TikTok, BRI Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
-
Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun, Ini Daftar Jajaran Direksi Indosat Yang Baru