Budi Arista Romadhoni
Kamis, 26 Maret 2026 | 11:40 WIB
Tangkapan layar video pengeroyokan di Kute Bali. [Instagram/Feedgramindo]
Baca 10 detik
  • Peristiwa pengerusakan dan pengeroyokan diduga melibatkan oknum *debt collector* terjadi di Jalan Pantai Kuta, Badung, pada Kamis (26/3).
  • Korban berinisial AY (48) mengalami luka dan mobilnya rusak parah; polisi mengamankan dua terduga pelaku, LG dan ON.
  • Dari dua terduga pelaku yang diamankan, salah satunya positif menggunakan amphetamine dan methamphetamine berdasarkan tes urine.

SuaraBali.id - Suasana damai di Jalan Pantai Kuta, Badung, mendadak tercoreng oleh aksi brutal pengerusakan dan pengeroyokan yang diduga melibatkan sejumlah debt collector  (DC).

Peristiwa ini, yang kini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo, mengungkap sisi gelap penagihan utang yang berujung pada kekerasan dan kerusakan parah.

Insiden ini tidak hanya menyisakan trauma bagi korban, tetapi juga memicu kekhawatiran masyarakat akan keamanan di destinasi wisata populer tersebut.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Adi Saputra, mengonfirmasi kejadian nahas ini pada Kamis (26/3).

"Peristiwa pengerusakan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh debt collector  (DC) di Jalan Pantai Kuta Badung," jelas Iptu Adi Saputra. Korban pengeroyokan diketahui berinisial AY (48), seorang pria asal Kabupaten Malang, Jawa Timur.

AY mengalami luka lecet di leher sebelah kiri dan tangan kanan, sementara mobilnya rusak parah dengan bodi penyok, hampir seluruh kaca pecah, dan keempat ban kempes. Kerusakan masif pada kendaraan korban menunjukkan tingkat kekerasan yang tidak proporsional dalam insiden ini.

Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku. Mereka adalah LG alias Arif (29) asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan ON alias Mesak (29) asal Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang sementara berhasil melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP)," tambah Iptu Adi Saputra, mengindikasikan bahwa kasus ini masih dalam pengembangan dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat.

Fakta mengejutkan lainnya terungkap setelah polisi melakukan tes urine terhadap kedua terduga pelaku. Hasilnya, salah satu terduga pelaku, Arif, dinyatakan positif mengonsumsi amphetamine (AMP) dan methamphetamine (Meth).

Baca Juga: Jadi Magnet Baru! Kenapa Kapibara Bikin Bali Zoo Diserbu Wisatawan Saat Lebaran?

"Telah mengamankan dua terduga pelaku pengerusakan pengeroyokan yang diduga oknum debt collector. Melakukan tes urin terhadap dua terduga pelaku DC yang diamankan dan hasilnya sementara satu terduga atas nama Arif positif AMP & METH," ungkap Iptu Adi Saputra.

Temuan ini menambah daftar panjang masalah yang melingkupi insiden tersebut, menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelaku.

Reaksi publik di media sosial, khususnya di akun @feedgramindo, sangat beragam dan didominasi oleh kekecewaan serta kemarahan.

Netizen menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi keamanan di Bali. "Bali tidak aman. Banyak premannya," tulis seorang netizen, mencerminkan kekhawatiran akan citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.

Netizen lain juga mengecam tindakan brutal para debt collector. "Oalahhh leee adoh2 seko Bantul tekan Bali mung arep dadi DC, nek ora iso tuku mobil ora usah iri trus ngrusaki mobile wong liyo.

Urip iku sakdermo pinaringane Gusti kudu di syukuri," komentar pedas dari netizen lain, menyoroti ironi dan ketidakpantasan perilaku pelaku.

Load More