- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta evaluasi layanan mudik pasca kemacetan 30 km di Pelabuhan Gilimanuk.
- Salah satu solusi evaluasi adalah menambah jumlah kapal penyeberangan besar untuk tahun 2027.
- Evaluasi dilakukan saat memantau arus balik di Badung pada Selasa, 24 Maret 2026.
SuaraBali.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta evaluasi dilakukan pasca kemacetan horor yang mencapai 30 kilometer pada arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Salah satunya adalah dengan menambah jumlah kapal penyeberangan.
Listyo melakukan pertemuan untuk memantau arus balik di sejumlah daerah.
Dia juga menyiapkan evaluasi yang digunakan untuk skema arus mudik tahun 2027 pasca kemacetan horor di Pelabuhan Gilimanuk pada arus mudik lalu.
“Tentunya beberapa hal yang kita lakukan untuk evaluasi pelayanan mudik di tahun 2027,” ujar Listyo saat memantau arus balik di Command Centre 91 TNI Polri, Kabupaten Badung, Selasa (24/3/2026).
Dalam pertemuan bersama sejumlah instansi seperti Kodam IX Udayana dan Pemprov Bali itu, Listyo disebut juga memberikan masukan agar jumlah kapal penyeberangan ditambah lagi selama arus mudik.
Menurut Listyo, daya angkut kapal yang kurang maksimal juga berkontribusi terhadap kemacetan yang terjadi.
Sehingga, dia meminta agar ada kapal berkapasitas besar yang bisa dioperasikan selain kapal yang sebelumnya sudah beroperasi.
Diketahui, pada tanggal 14 Maret lalu sudah ada 30 kapal yang dioperasikan di Pelabuhan Gilimanuk.
Baca Juga: Lebaran di Bali? Cicipi 5 Kuliner Legendaris yang Bikin Lidah Joget
Karena volume kendaraan yang terus melonjak, 5 kapal cadangan juga ikut diturunkan sehingga seluruh kapal yang beroperasi mencapai 35 armada.
Namun, jumlah tersebut juga masih belum cukup untuk memberikan mobilitas yang cepat kepada para pemudik yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk.
Padahal, saat itu skema Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB) juga sudah dilakukan untuk mempersingkat waktu penyeberangan.
“Sepertinya itu karena daya angkut kapal yang untuk menyeberang ke Ketapang itu yang kurang maksimal,” ungkap Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol Soelistijono saat ditemui usai kegiatan.
“Sehingga untuk di tahun depan tadi juga masukan dari Bapak Kapolri supaya ditentukan nanti ke depan itu paling tidak ada penambahan kapal besar yang bisa muat sekali muat kendaraan itu bisa banyak,” imbuhnya.
Sementara, arus balik diprediksi terbagi menjadi dua tahap puncak. Puncak pertama diprediksi terjadi pada 24-25 Maret, sedangkan puncak kedua baru terjadi pada 27 Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya