- Analis Hendri Satrio menyatakan Seskab Teddy Indra Wijaya kini tumbuh menjadi figur publik populer di tingkat nasional.
- Popularitas Teddy terlihat saat ia disambut antusias warga ketika mendampingi Presiden Prabowo ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
- Kehadiran Teddy di berbagai momen penting dianggap memiliki nilai strategis politik meski belum memiliki agenda resmi.
SuaraBali.id - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tidak lagi sekadar dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo Subianto, melainkan mulai tumbuh sebagai figur publik dengan daya tarik nasional.
Hensa dalam keterangan di Jakarta, Minggu (10/5) menilai popularitas Teddy kian populer di mata publik, bahkan hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Hal itu terlihat saat Teddy mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke wilayah terluar Indonesia, Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, ketika namanya disambut sorak antusias warga.
"Terlihat dari kunjungan ke pulau terluar Indonesia saja, Teddy Indra Wijaya sekarang mulai dikenal publik bukan sekadar sebagai orang dekatnya pak Prabowo, ia sekarang tumbuh sebagai salah satu figur populer nasional," ujar Hensa.
Ia menjelaskan pengenalan publik terhadap Teddy tidak selalu berkaitan dengan pemahaman terhadap tugas jabatannya, melainkan lebih pada konsistensi kemunculannya di berbagai momen penting.
Menurut dia, jika ditarik ke konteks politik, kondisi Teddy tersebut memiliki nilai strategis tersendiri ke depannya.
"Orang mungkin tidak hafal tugas dia apa-apa, tetapi sudah tahu siapa dia, tahu bahwa dia sering muncul di momen yang berat, yang simbolik, yang emosional. Di politik, itu nilainya besar, soalnya kadang yang paling berpengaruh justru bukan yang paling banyak bicara, tapi yang sering hadir," katanya.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menyoroti gaya Teddy yang dinilai mampu membaca ritme dalam berinteraksi dengan publik, termasuk kapan perlu turun langsung ke lapangan dan kapan cukup menunjukkan kehadiran secara sederhana.
"Teddy juga kelihatan paham ritme kapan harus turun langsung ke lapangan, kapan cukup berdiri diam mendengarkan, kapan tampil sederhana, tetapi tetap jadi salah satu pusat perhatian publik," ucapnya.
Baca Juga: Prabowo Sentil Masalah Sampah Bali, Pemkab Badung Akui Kewalahan
Hensa mengatakan kedekatan figur dengan masyarakat sering kali terbentuk dari kesan kehadiran langsung di lapangan, bukan dengan pidato yang panjang.
"Perlu diingat, publik Indonesia mudah dekat dengan figur yang kelihatan ikut capek, datang ke daerah jauh, jalan tanpa protokol berlebihan, bertemu warga tanpa banyak gimmick, di era media sosial ini efektif karena saat ini visual sering lebih kuat daripada penjelasan panjang," ujar Hensa.
Kendati demikian, ia pun mengingatkan bahwa meningkatnya keterkenalan merupakan fase yang sensitif.
Ia menilai eksposur yang konsisten dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai arah peran seseorang di masa depan.
"Ketika seseorang belum punya agenda politik apa-apa, tetapi sudah sangat recognizable, orang akan mulai bertanya sendiri, 'Ini orang sebenarnya sedang dipersiapkan jadi apa?' dan pertanyaan seperti itu biasanya muncul bukan karena pencitraan yang berlebihan, tetapi karena eksposurnya konsisten," katanya.
Hensa pun mengingatkan agar momentum tersebut dijaga secara natural tanpa terkesan berlebihan dalam membangun citra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Praktik Curang di Program Makan Bergizi Gratis, Lalu Iqbal: Tobat atau Saya Tangkap!
-
Lombok Tengah Dukung Penutupan Sementara MBG Saat Libur Sekolah