- Seorang WNA Belanda bernama Rene Pouw (49) meninggal akibat penikaman di vila, Kuta Utara, Badung, Senin (23/3/2026) malam.
- Dua pelaku tak dikenal dengan penyamaran, satu berjaket ojek online, menyerang korban menggunakan pisau di vila tersebut.
- Korban meninggal diduga akibat kehabisan darah setelah mengalami beberapa luka robek dan terbuka serius di tubuhnya.
SuaraBali.id - Seorang WNA Belanda, Rene Pouw (49) tewas usai diduga menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah vila yang ada di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3/2026) malam.
Para pelaku saat ini masih dalam penyelidikan dari Kepolisian Resor (Polres) Badung. Menurut keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan penyamaran.
Satu pelaku menggunakan jaket ojek online berwarna hitam dan hijau, sementara satu pelaku lain yang dibonceng menggunakan baju berwarna oranye.
“Satu pelaku menggunakan jaket ojol berwarna hitam hijau dan satu pelaku lain menggunakan baju berwarna orange dengan mengendarai motor matic bewarna hitam berjenis vario,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (24/3/2026).
Ada tiga orang saksi yang sempat melihat gerak-gerik pelaku sampai akhirnya menyerang korban. Kedua pelaku sempat menghampiri beberapa bangunan dalam komplek vila tersebut.
Pacar korban sempat melihat para pelaku memasuki vila korban dan langsung menyerang dengan menggunakan pisau.
Pacar korban juga mengaku sempat dicari oleh pelaku, namun tak berhasil sehingga kedua pelaku memilih untuk meninggalkan vila dan kabur.
“Saksi selanjutnya mendekati korban yang sudah dalam keadaan mengeluarkan darah dan beteriak meminta pertolongan,” tutur Ayu.
Baca Juga: Jadi Magnet Baru! Kenapa Kapibara Bikin Bali Zoo Diserbu Wisatawan Saat Lebaran?
Teriakan dari arah TKP juga sempat didengar saksi lain yang kemudian sempat melihat kedua pelaku. Namun, karena melihat pelaku membawa pisau, saksi tidak berani mendekat.
Saat dilakukan olah TKP, petugas menemukan banyak darah berceceran di lantai dan ada mata pisau pada darah tersebut.
Sementara, sejumlah luka ditemukan pada tubuh korban. Luka robek ditemukan pada tubuh bagian kiri meliputi bagian kepala, leher, bahu, lengan, punggung, dan paha bawah.
Ada juga luka terbuka yang lebar di pipi kiri korban hingga mengenai telinga kiri korban.
Observasi sementara menunjukkan korban diduga tewas karena kehabisan darah.
“Kondisi korban masih mengeluarkan darah dari luka-luka yang terbuka. Kemungkinan besar penyebab kematian dikarenakan kehabisan darah,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang