- Pemkot Mataram mewajibkan pejabat eselon II, III, dan IV menggunakan sepeda pribadi ke kantor demi efisiensi anggaran.
- Kebijakan bersepeda ini merupakan arahan Wali Kota Mataram dan akan diterapkan setelah regulasi WFH pusat resmi keluar.
- Pemkot Mataram telah memotong konsumsi BBM hingga 50% dan menerapkan sistem kendaraan dinas kolektif untuk kegiatan tertentu.
Meski demikian, kendaraan dinas tidak sepenuhnya dihapus. Untuk kegiatan tertentu, ASN tetap bisa menggunakan kendaraan dinas, namun dengan sistem kolektif.
Para pegawai akan berkumpul di satu titik, kemudian berangkat bersama menggunakan kendaraan berkapasitas besar. Langkah ini dilakukan untuk menekan penggunaan kendaraan secara individual.
“Kita nanti titik kumpul di sekretariat dan sama-sama kita pergi dengan satu kendaraan,” ujarnya.
Fokus ke Pejabat, Staf Tak Wajib
Kebijakan ini difokuskan pada pejabat ASN di lingkungan Pemkot Mataram. Sementara staf, yang umumnya menggunakan kendaraan pribadi, tidak menjadi prioritas dalam aturan tersebut.
“Kalau staf kan kendaraan pribadi. Yang kita hindari ini adalah kendaraan dinas,” katanya.
Siap Diterapkan, Tinggal Tunggu Waktu
Alwan menyebut, kebijakan ini sudah hampir final dan tinggal menunggu waktu untuk diterapkan. Bahkan, tingkat kesiapan disebut sudah mencapai 90 persen.
Jika WFH resmi diberlakukan, maka ASN akan bekerja selama empat hari dalam seminggu—dan selama itu pula, sepeda akan menjadi moda transportasi utama bagi para pejabat.
Langkah ini menjadi eksperimen menarik: ketika birokrasi mulai digerakkan bukan hanya oleh aturan, tetapi juga oleh perubahan gaya hidup demi efisiensi dan keberlanjutan.
Kontributor: Buniamin
Baca Juga: Parade Ogoh-Ogoh Langsung Disambung Pawai Takbiran, Bukti Toleransi di Mataram
Berita Terkait
-
Begini Modus Penimbunan BBM Bersubsidi di Bali
-
Agen Resmi Pertamina Timbun Solar di Denpasar, Ribuan Liter BBM Ditemukan
-
Miliaran Rupiah Hilang! Ini Strategi Gubernur NTB Lawan Pemborosan Kendaraan Dinas
-
3 Alasan Pemprov NTB Beralih ke Kendaraan Listrik Tahun 2026
-
5 Mobil Paling Irit BBM, Wajib Masuk Wishlist Pecinta Mobil Hemat
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Warisan Leluhur Disulap Jadi Camilan Sehat, Produk UMKM Lombok Ini Tembus Pasar Internasional
-
Skandal Imigrasi Bali: Bagaimana 8 Pejabat Keruk Ratusan Miliar dari WNA
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Belanja Daerah Bali Masih di Bawah 30 Persen, DJPb: Tolong Belanja Dipercepat