Muhammad Yunus
Selasa, 17 Februari 2026 | 12:36 WIB
Ritual Tolak Bala di Vihara Dharmayana Kuta, Kabupaten Badung, Senin (16/2/2026) [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Ritual tolak bala menjelang Imlek 2577 di Vihara Dharmayana Kuta menunjukkan akulturasi kuat dengan tradisi Hindu Bali.
  • Akulturasi ini meliputi penggunaan sarana Hindu seperti canang sari dan tedung, dipraktikkan sejak pendirian vihara abad ke-18.
  • Prosesi diakhiri dengan tarian Naga Liong dan Barongsai yang dipercaya mampu menetralisir energi negatif serta mendoakan kesejahteraan.

“Kita yakini bahwa Liong dan Barongsai bisa menetralisir hal-hal negatif, sehingga untuk besok di Tahun Baru Imlek, bisa kita lalui dengan penuh suka cita,” tuturnya.

Adi menambahkan, jika prosesi ini melibatkan ratusan keluarga besar Banjar Dharma Semadhi yang biasa beribadah di vihara tersebut.

Sekitar 70 orang dilibatkan untuk menarikan Naga Liong dan Barongsai. Selain itu, 125 anggota PKK dilibatkan untuk menyiapkan prasarana tradisi tersebut.

Dia mengharapkan dengan perayaan tahun baru Imlek dengan shio kuda ini, agar alam semesta dihindari dari bencana dan agar Indonesia dapat semakin sejahtera.

“Kita mendoakan kepada semesta agar terhindari dari pencanaan alam, angin ribut dan banjir. Kita juga kita mendoakan kesejahteraan bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Load More