- Waria berinisial AI (44), seorang residivis spesialis pencurian, ditangkap karena mencuri perhiasan senilai Rp1,5 miliar di Kuta.
- Pelaku beraksi di Jalan Legian, Kuta, pada Rabu (28/1/2026), dengan modus menyelinap ke rumah kosong yang ditinggal pemilik.
- AI dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda Rp500 juta atas pencurian tersebut.
SuaraBali.id - Seorang waria berinisial AI (44) harus kembali merasakan pakaian tahanan usai tertangkap mencuri perhiasan senilai Rp1,5 miliar dari sebuah rumah di Kuta, Kabupaten Badung.
Residivis spesialis pencurian itu sudah berulang kali masuk kantor polisi karena kasus pencurian.
Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi menjelaskan jika AI sebelumnya sudah ditangkap sebanyak 5 kali di Bali atas kasus yang serupa.
Modusnya pun disebut serupa, dengan berpura-pura mencari rumah kos kosong untuk menyelinap masuk ke rumah yang sedang kosong.
“Jadi pelaku ini merupakan residivis, sudah bolak-balik Polsek-Polres di kawasan Denpasar Bali ini,” ungkap Laksmi dalam konferensi pers di Mapolsek Kuta, Rabu (11/2/2026).
“Menurut pengakuan dari tersangka sudah lima kali. Pernah juga diamankan di Polsek Kuta dengan modus yang sama,” tambah nya.
Dalam kasusnya kali ini, AI sukses masuk ke sebuah rumah yang sedang kosong di Jalan Legian, Kuta, Rabu (28/1/2026).
Dia berhasil memasuki rumah tersebut dengan mencongkel kunci pintunya.
Pelaku kemudian memasuki kamar dan menemukan laci berisikan sejumlah perhiasan dan benda berharga lainnya.
Baca Juga: Aksi Bersih di 24 Pantai Bali - Nusa Tenggara: Bank Mandiri Jaga Lingkungan dan Transformasi Digital
Sementara, pemilik rumah sempat mengetahui gerak-gerik AI dengan melihat kamera CCTV yang terhubung dengan ponselnya.
Namun, ketika kembali ke rumah, pelaku sudah kabur dan membawa sejumlah perhiasan.
“Jadi pada saat rumah dalam keadaan kosong, pelaku masuk kemudian mengambil perhiasan emas yang ada di dalam rumah kosong tersebut,” tutur Laksmi.
Sejumlah barang yang dicuri AI di antaranya meliputi 2 buah tusuk konde besar emas, 12 buah cincin emas, sebuah gelang emas, sepasang anting emas, 5 buah kalung emas, sebuah bros emas, 3 buah liontin kalung emas, dan uang tunai sebesar Rp10 juta.
Semua barang bukti tersebut ditemukan saat petugas menemukan AI di rumah kosnya yang berada di Jalan Dewi Sri, Kuta.
“Jadi (barang bukti) sempat menghilang, namun kami dapat temukan barang bukti itu lengkap dengan apa yang dilaporkan korban ke Polsek Kuta. Jadi estimasi kerugian senilai Rp1,5 miliar,” papar Laksmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan
-
Berkedok Terapi Sakit Gigi, Pimpinan Ponpes Bergelar Tuan Guru di Sekotong Cabuli Santri
-
Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan
-
BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026
-
Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang