- Kantor Perwakilan BI Bali merumuskan lima strategi kunci 2026 untuk menumbuhkan ekonomi melalui sektor pertanian hingga pembayaran digital.
- Lima strategi fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, diversifikasi wisata, pengendalian inflasi, pembiayaan UMKM, dan akselerasi digitalisasi QRIS.
- Realisasi pertumbuhan ekonomi Bali triwulan IV-2025 mencapai 5,86 persen, didorong kuat oleh sektor akomodasi, makan, dan minum.
SuaraBali.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memetakan lima strategi utama untuk menumbuhkan ekonomi Pulau Dewata pada 2026 mulai dari pertanian hingga pembayaran digital.
“Kami dukung berbagai inovasi serta kebijakan strategis daerah,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Jumat (6/2).
Lima strategi itu yakni sektor pertanian dan ekonomi kreatif serta investasi.
Kedua, diversifikasi destinasi wisata sesuai karakteristik daerah dan budaya lokal.
Ketiga, pengendalian inflasi dan menjaga daya beli, rantai pasok melalui Perumda, serta perluasan distribusi.
Keempat yaitu pembiayaan kepada UMKM dan sektor prioritas dan terakhir yaitu mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Selama triwulan I-2026 yang bersamaan dengan hari besar keagamaan yakni Imlek, Ramadhan, Nyepi dan Idul Fitri, ia meyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali.
Dari sisi pariwisata, lanjut dia, peningkatan penerbangan internasional dan kegiatan wisata bisnis konferensi (MICE), serta penambahan akomodasi pariwisata barut turut mendorong peningkatan kunjungan wisata.
Sedangkan sektor pertanian, kebijakan penurunan harga eceran tertinggi pupuk subsidi, penggunaan bibit unggul, dan iklim yang lebih baik berpotensi menghasilkan hasil pertanian.
Baca Juga: DJ Turki Dibekuk di Bali Bawa Kokain dari Brasil Senilai Rp9,1 Miliar
“Masih kuatnya konstruksi proyek swasta terutama terkait pariwisata dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali,” ucap Erwin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, realisasi pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,86 persen atau di atas nasional 5,39 persen.
Sedangkan dalam satu tahun selama 2025, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5,11 persen.
Dari segi lapangan usaha, kontributor terbesar adalah akomodasi, makan dan minum yang tumbuh 8,90 persen, perdagangan (5,97 persen), transportasi dan pergudangan (5,53 persen).
Sektor lainnya yang juga tumbuh yakni konstruksi, pertanian serta perkebunan seperti kelapa dan kakao dan peternakan seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual
-
Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani