- Gubernur Bali ajak hotel bantu pungut PWA, karena baru 40 hotel dari ribuan yang mau bekerja sama.
- Pungutan wisman baru terkumpul Rp318 M, jauh dari target meski ada insentif 3% bagi pengumpul.
- Dana PWA penting untuk desa adat & lingkungan, apalagi dana transfer dari pusat ke Bali berkurang.
SuaraBali.id - Pelaku usaha terutama akomodasi perhotelan diminta turut membantu mengumpulkan pungutan wisatawan asing (PWA).
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ajakan itu di hadapan para pelaku usaha pariwisata, di Denpasar, Kamis (30/10/2025), mengingat hingga hari ini baru 40 hotel yang bergabung sebagai mitra manfaat atau endpoint pengumpulan PWA.
“Tolong para hotel, yang paling banyak ada dari asosiasi agen perjalanan ya, hotel baru 40 yang kerja sama padahal hotel di Bali ribuan kan,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Koster berujar bahwa pelaku usaha di tempat wisman menginap merupakan posisi paling tepat, sebab di sana akan terjadi interaksi.
“Masa tidak ikut kerja sama, itu namanya tidak mau sama-sama bangun Bali, ayo dong ikut di sini bersama jaga Bali,” ujar Gubernur Bali itu lagi.
Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah memberlakukan pemberian insentif 3 persen bagi pelaku usaha pariwisata yang membantu mengumpulkan PWA, meski tak besar menurut Koster mestinya itu bisa memantik semangat pelaku usaha bergabung.
Sementara hingga hari ini dari 5,9 juta wisman yang masuk Pulau Dewata, pungutan wisman yang masing-masing sebesar Rp150 ribu per kunjungan baru terkumpul Rp318 miliar.
“Ini belum optimal, kemarin memang ada kelemahan dalam perda maupun pergubnya, tapi sekarang sudah diperbaiki atas bantuan Pak Mendagri di antaranya dibuka kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata, tapi sampai sekarang belum juga optimal jalannya,” kata Koster pula.
Jika pemberian insentif untuk kerja sama pemungutan retribusi ini tidak kunjung membaik, maka Pemprov Bali memprediksi hingga akhir tahun PWA yang terkumpul hanya Rp380 miliar atau jauh dari target minimal Rp500 miliar.
Baca Juga: Tempat Beli Emas di Bali yang Terpercaya: Investasi Aman
“Harusnya kalau semuanya jalan bisa dapat Rp900 miliar, pentingnya PWA ini digunakan untuk alokasi pembangunan budaya melalui desa adat, dan juga pelestarian lingkungan di desa adat, satu desa adat kita berikan Rp300 juta per tahun jadi semua Rp450 miliar, gampang mengontrolnya,” ujarnya.
Sementara jika pelaku usaha pariwisata tidak membantu, maka sulit bagi Bali bergerak terutama dalam pembangunan, sebab dana transfer pusat ke daerah turun drastis untuk tahun anggaran berikutnya, katanya lagi.
Tercatat dana transfer ke Pemprov Bali dikurangi Rp500 miliar dan seluruh kabupaten/kota Rp1,7 triliun, sehingga Bali harus mandiri dengan pemasukan sumber APBD lain. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Sesuai Arahan Presiden, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Obat Kangen di Balik Jeruji: Layanan Komunikasi Wartelsuspas Hubungkan Rindu Warga Binaan
-
Kekacauan Penerbangan Bali: 8 Rute Internasional Mendadak Hangus dalam 48 Jam, Ini Daftarnya
-
Jeritan Pekerja Migran dari Tengah Perang Timur Tengah
-
Jaringan WiFi Rumah Tetap Aktif Saat Nyepi di Bali, Tapi..