- Tim gabungan DPRD dan Satpol PP Bali akan mengecek proyek lift kaca kontroversial di Pantai Kelingking.
- Pengecekan ini untuk memeriksa ulang perizinan proyek yang dinilai publik mengganggu pemandangan tebing.
- Gubernur Bali memerintahkan proyek ditutup jika ditemukan ada pelanggaran berat setelah pengecekan.
SuaraBali.id - Pengecekan terhadap proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida rencananya akan dilakukan pada Jumat (31/10/2025) besok.
Pengecekan itu dilakukan oleh Pansus Tata Ruang Aset dan Perizinan DPRD Provinsi Bali, Satpol PP, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kepala Satpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkap pengecekan tersebut untuk mengecek perizinan dari proyek yang menuai perhatian warganet tersebut.
Bangunan lift tersebut dinilai publik mengganggu pantai yang terkenal dengan pemandangan tebingnya itu.
Dharmadi mengungkap jika pihaknya sudah sempat mengecek proyek tersebut pada tahun 2024 lalu.
Dia mengungkap jika proyek tersebut sudah mendapatkan izin sejak tahun 2021.
Dia menyebut pada pengecekan tahun lalu, memang masih ada beberapa perizinan yang masih dalam proses pembuatan saat itu.
“Jadi kita ingin tahu karena tahun lalu kita sudah pernah ngecek juga bahwa ada beberapa perizinannya berbasis risiko rendah,” ungkap Dharmadi saat ditemui di Denpasar, Kamis (30/10/2025).
“(Tahun 2024) hampir beberapa sudah lengkap izinnya, ada beberapa yang izin masih dalam proses,” tambahnya.
Baca Juga: Jalur Penyelamat Akan Dibangun Untuk Akhiri Era Maut Tanjakan Goa Gong
Dharmadi juga mengungkap dalam pengecekan sebelumnya, diketahui jika izin yang dimiliki adalah izin berbasis risiko rendah.
Sehingga, proyek tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Jadi secara prinsip waktu itu karena berisiko rendah kita kan menghormati. Kalau itu risiko rendah tanggung jawab kabupaten, risiko tinggi tanggung jawab provinsi, kalau PMA tanggung jawab pusat,” paparnya.
Selain itu, dia juga mengungkap jika saat pengecekan tahun lalu, bangunan lift tersebut belum berdiri seperti sekarang.
Sehingga, dia belum mengetahui kondisi terkini proyek tersebut.
Namun, dia juga menyadari gejolak publik terkait bangunan tersebut, jika dinilai meresahkan publik, dia menyebut proyek tersebut juga bisa saja mendapat penindakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan
-
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan
-
Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah