- Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang resmi menutup operasi sebagai bagian inisiatif kolaboratif NTT.
- Program ini bertujuan mendukung target NTT bebas rabies tahun 2030 sekaligus fokus pada kesejahteraan hewan.
- Sebanyak sepuluh anjing berhasil diselamatkan dari rumah potong dan akan direlokasi ke Jawa Barat.
SuaraBali.id - Upaya bersama untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah.
Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang, seorang pemilik rumah potong dan seorang pemilik rumah makan, resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade beroperasi.
Langkah ini merupakan bagian dari program "Model for Change–Alih Usaha untuk Kebaikan", sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT.
Program ini berfokus pada pendampingan usaha, pelatihan, dan perubahan perilaku positif bagi individu yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usahayang lebih beretika dan berkelanjutan.
Sebanyak 10 ekor anjing yang ditemukan masih hidup di rumah potong tersebut juga berhasil diselamatkan oleh tim HWA dan JAAN.
Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia. Ribuan anjing setiap tahun diculik dari jalanan dan rumah warga, lalu diperdagangkan lintas provinsi tanpa pemeriksaan kesehatan.
Melalui prgoram ini, para pemangku kepentingan berupaya mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada tahun 2030, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.
"Setiap bisnis daging anjing atau kucing yang berhenti beroperasi melalui Model for Change–Alih Usaha untuk Kebaikan merupakan langkah nyata menuju perlindungan hewan dan kesehatan masyarakat. Perdagangan anjing tanpa vaksinasi adalah resiko besar bagi keselamatan manusia dan hewan," kata Julie Sanders, Direktur Kampanye Ending Dog and Cat Meat HWA, Minggu (8/3/2026).
Sementara salah satu mantan pemilik rumah potong anjing selama 15 tahun berisial B, kini beralih membuka warung kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Masih Meletus Terus, Warga Dibagikan Masker Dan Diminta Tinggal di Huntara
"Saya merasa lega bisa meninggalkan praktik lama yang berisiko tinggi. Sekarang saya ingin berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar dengan usaha baru yang lebih aman dan bermanfaat," paparnya.
Hal yang sama juga ungkapkan pria berinisial A, mantan pemilik rumah makan daging anjing, kini mengembangkan usaha bahan bangunan.
"Setelah wabah rabies besar di Kupang tahun 2023, saya mulai berpikir untuk berubah. Melalui pendampingan Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan, saya mendapatkan arahan dan motivasi untuk memulai langkah baru bagi keluarga saya," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT, Melky Angsar, menegaska perdagangan daging anjing merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena berpotensi memperluas penyebaran rabies.
"Program seperti *Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan* memberikan solusi nyata dengan membantu masyarakat beralih ke mata pencaharian yang lebih aman dan berkelanjutan.”
Setelah penutupan, 10 anjing yang diselamatkan dibawa ke Rumah Sakit Hewan UPTD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan vaksinasi dan perawatan medis. Setelah menjalani masa karantina dan observasi, mereka akan diterbangkan ke Shelter Hewan milik JAAN di Jawa Barat untuk pemulihan lanjutan sebelum diadopsi oleh keluarga baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern