SuaraBali.id - Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tercatat masih tinggi.
Berdasarkan pemantauan petugas Pos Pengamat Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, di Kabupaten Flores Timur, NTT, melaporkan aktivitas gunung api itu periode 00:00-24:00 Wita, Senin (4/8/2025) masih didominasi gempa vulkanik hingga tektonik.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan Gunung Lewotobi telah mengalami erupsi besar pada Jumat (1/7/2025) dan Sabtu (2/7/2025).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, masih terdapat warga Desa Boru yang belum mengungsi dari wilayah berbahaya tersebut.
“Tolong Bupati Flores Timur ingatkan lagi kepada warga bahwa gunung ini sudah meletus terus, sudah tidak aman,” kata Suharyanto melalui siaran pers, Senin (4/8/2025).
Semua warga diharuskan keluar dari wilayah KRB dan jangan kembali ke kampung wilayah asalnya.
Menurut Suharyanto, pembangunan hunian sementara (huntara) tahap III masih berlangsung. Dari total 100 kopel huntara yang direncanakan, sebanyak 68 kopel telah selesai dibangun.
Ia menargetkan seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda bisa mulai menempati huntara tahap III pada pertengahan Agustus 2025.
Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta sektor barat daya dan timur laut hingga jarak 7 kilometer.
Baca Juga: Belasan Granat Aktif Ditemukan di Huntara Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Warga Dibagikan Masker
Masyarakat Flores Timur yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara Timur juga telah diberikan berbagai bantuan, diantaranya dari Indosat yang menyalurkan ribuan masker ke tiga titik pengungsian.
Wilayah tersebut ada di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Desa Dulipali, Kecamatan Ile Baru, dan Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang.
Upaya ini dilakukan untuk membantu melindungi kesehatan warga yang masih terpapar debu vulkanik akibat aktivitas gunung yang belum sepenuhnya mereda.
Sejak erupsi pertama terjadi pada November 2024, Indosat telah beberapa kali menyalurkan bantuan darurat, termasuk ratusan paket makanan siap saji, perlengkapan bayi (popok dan makanan bayi), tikar, selimut, hingga layanan komunikasi gratis.
Selain itu, Indosat juga memperkuat jaringan di wilayah terdampak dengan menghadirkan kartu SIM gratis, perangkat FWA HiFi Air, serta pembangunan BTS fisik di Waigate guna memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan akses darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali