- Badan Geologi menaikkan status aktivitas Gunung Ile Lewotolok di NTT menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 18 Januari pukul 11.00 Wita.
- Peningkatan status dipicu oleh lonjakan kejadian erupsi harian, disertai aliran lava teramati mulai 13 Januari 2026.
- Data kegempaan Januari 2026 menunjukkan 2.713 gempa erupsi, dengan kolom abu mencapai 500 meter dari puncak.
SuaraBali.id - Badan Geologi melaporkan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mengalami kenaikan status aktivitas vulkanik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Arakian dihubungi dari Kupang, mengatakan kenaikan status itu terhitung sejak hari ini, pukul 11.00 Wita.
“Kenaikan status itu terjadi karena jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari,” katanya, Minggu (18/1).
Dia mengatakan gunung yang pernah meletus pada 2020 dengan mengakibatkan banyak warga mengungsi itu, sudah menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi pada 4 Januari 2026 dengan tinggi kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak.
Ia mengatakan pada 13 Januari 2026 terekam 341 kejadian gempa Erupsi dan di tanggal yang sama mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah gunung tersebut, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah.
Berdasarkan data kegempaan pada 1-15 Januari 2026, tercatat 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali gempa embusan, lima kali gempa guguran.
834 kali tremor non-harmonik, tujuh kali gempa hybrid, 13 kali gempa vulkanik dangkal serta 25 kali gempa vulkanik dalam, delapan kali gempa tektonik lokal, dan delapan kali gempa tektonik jauh.
Selama 16-18 Januari 2026, mulai pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Penerbangan dari Bali Masih Normal
Secara visual, kata dia, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Selain itu, teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20-200 meter dari puncak.
Tinggi kolom erupsi berkisar 200-500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu hingga hitam.
Lontaran material erupsi menjangkau jarak 300 meter dari pusat erupsi, keluar kawah ke arah tenggara.
Erupsi disertai suara gemuruh lemah hingga sedang.
Selain itu, terjadi guguran namun tidak teramati secara visual jarak dan arahnya, sedangkan aliran lava sektor barat dengan jarak 100 meter dari bibir kawah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri