- Kasus rabies di Bali kembali mengancam
- 9 orang pendaki gunung Batukaru digigit anjing positif rabies
- Semuanya langsung divaksin anti rabies dengan 3 suntikan
SuaraBali.id - Kasus gigitan anjing kini terjadi lagi di Bali dan membuat 9 orang jadi korban.
9 orang tersebut adalah pendaki Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, harus menjalani perawatan setelah digigit seekor anjing.
Anjing tersebut kemudian dipastikan positif rabies.
Menurut Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Gede Eka Partha Ariana, menyampaikan hasil uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar telah memastikan hewan tersebut terinfeksi rabies.
"Hasil laboratorium yang menunjukkan positif rabies," kata Gede dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, pengambilan sampel otak anjing dilakukan sehari setelah peristiwa berlangsung dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
"Hingga saat ini tercatat enam orang korban telah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Pupuan I, sementara tiga orang lainnya menjalani perawatan mandiri di Denpasar," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, menegaskan jumlah pendaki yang digigit bukan 15 orang seperti kabar awal, melainkan sembilan orang.
"Untuk hasilnya positif dia anjingnya (rabies). Bukan 15 pendaki, itu 9 pendaki (yang digigit) itu laporan dari polisi dan pecalang ada 9 orang saja," jelasnya.
Baca Juga: 600 Warga Terdampak Akibat Akses Jalan Ditembok GWK, BPN Bali : Harus Dibuka
Mereka akan mendapatkan 3 kali vaksin rabies nantinya.
"Mereka sudah mendapatkan VAR yang pertama. Dan, tinggal nanti dilengkapi kan tiga kali VAR-nya. Untuk kondisinya mereka baik dan sudah balik ke (rumah), dan dalam pantauan baik," ujarnya.
Insiden ini terjadi pada Minggu (21/9) sekitar pukul 11.00 WITA ketika para pendaki melakukan aktivitas di kawasan Gunung Batukaru, Tabanan.
Kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena rabies masih menjadi ancaman kesehatan di sejumlah wilayah Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat
-
Asyik! Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Cair Hari Ini, DPR Minta Jangan Ditahan-tahan