- GWK tutup akses jalan warga satu banjar sejak setahun lalu
- Protes warga tak mendapatkan respons yang diharapkan
- BPN sebut tanah tidak dapat digunakan hanya untuk GWK saja
SuaraBali.id - Kisruh penutupan jalan warga terjadi di areal Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang membuat gelombang protes dari warga setempat.
PeBadan Pertanahan Nasional (BPN) mengaku mencatat jika tanah pada jalan tersebut juga merupakan akses jalan warga juga. Sehingga, tanah tersebut tidak dapat digunakan khusus untuk GWK saja.
Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Daging mengungkap jika pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui kondisi di sana.
Usai pengecekan tersebut pihaknya dapat menilai jika jalan yang tertutup tersebut seharusnya bisa juga menjadi akses warga setempat.
“Kemarin sudah dicek laporan anggota kami memang salah itu. Harusnya jalan dan mesti akses untuk masyarakat juga, tidak hanya aksesnya GWK,” ujar Daging saat ditemui di kantornya pada Rabu (24/9/2025).
Daging menjelaskan jika penutupan jalan tersebut kemungkinan dilakukan karena adanya peminjaman dari pihak GWK. Namun, dia menyebut kemungkinan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Kendati begitu, dia memastikan jika dalam pendataan BPN tanah tersebut dilaporkan sebagai jalan akses untuk warga.
“Ada kemungkinan (tanah dipinjam), tapi pastinya kemarin laporan sementara memang jalan katanya di dalam data di BPN,” paparnya.
Daging memastikan jika jalan tersebut juga harus dibuka kembali oleh pihak GWK. Hal tersebut juga karena sudah berdasarkan landasan hukum seperti PP nomor 18 tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah serta Permen ATR/BPN nomor 18 tahun 2021 tentang Tata Cara Penetapan Hak Pengelolaan dan Hak Atas Tanah.
Baca Juga: Pemprov Bali Beri Klarifikasi Soal Pendataan Medsos ASN: Bukan karena Donasi Banjir?
Daging masih melakukan rencana untuk berkomunikasi dengan pihak pemilik tanah tersebut untuk mengklarifikasi kabar yang tersiar.
“Belum ada (komunikasi), tapi tentu kemungkinan kita akan cek juga biar gak beritanya simpang siur,” pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Bali meminta agar pihak GWK membongkar tembok jalan tersebut dalam waktu satu minggu.
Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa mengatakan dewan memberi batas waktu seminggu, sebab pemasangan tembok tersebut sudah dilakukan setahun dan mereka telah diperingati setahun lamanya namun tak direspons.
“Kita beri hasil menegaskan rekomendasi harus dalam seminggu ini dibongkar temboknya, dipindah ke sisi timur dan utara, hal-hal yang menyangkut kepentingan masyarakat lokal harus segera dibuka,” kata dia, Senin (22/9/2025).
Menurutnya sejak 2024, pengelola GWK membangun tembok yang dikatakan untuk mengamankan aset lahannya, namun setelah diperiksa menggunakan dokumen badan pertanahan, tembok pembatas tersebut mengambil badan jalan yang dibuat sejak 2007.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka