Korban dan pelaku disebut mengakui peristiwa itu.
"Yang bersangkutan mengakui perbuatannya kepada pimpinan ponpes. Tetapi di dalam keterangannya, dia lupa berapa banyak (korbannya). Setelah dapat laporan dari masyarakat ponpes langsung memberhentikannya," ungkapnya.
Dosen Fakultas Hukum Unram ini mengatakan, kelakuan bejat AF terbongkar setelah menonton film Bidaah asal Malaysia.
Dalam film tersebut, salah satu tokoh utamanya adalah Walid, seorang tokoh di lingkungan pondok pesantren.
Film ini sempat viral di Indonesia.
Sorotan utama jatuh pada karakter Walid, yang diperankan dengan penuh intensitas oleh aktor senior Faizal Hussein. Kalimat ikoniknya, "Pejamkan mata, bayangkan muka Walid", menjadi tren tersendiri di TikTok, Instagram, dan X (sebelumnya Twitter).
"Bidaah" mengangkat tema sensitif seputar sekte keagamaan yang menyimpang.
Dalam cerita tersebut, Walid digambarkan sebagai pemimpin karismatik namun manipulatif yang mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi, dan memanfaatkan kepercayaan pengikutnya demi ambisi pribadi.
Narasi ini menggugah perdebatan publik, terutama terkait isu fanatisme keagamaan, penyalahgunaan ajaran, dan manipulasi spiritual.
Baca Juga: Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
Pada kasus di NTB ini, para korban yang merupakan alumni ponpes melaporkan ke polisi setelah terinspirasi dari film Bidaah.
Para alumni ini ponpes ini bercerita tentang kelakuan bejat AF.
"Kok ustaz ini sama dengan Walid ya. Dan sama-sama bicara dan akhirnya terlaporkan. Di film itu sama dengan pengalamannya waktu di pondok. Kemudian karena film Walid ini lah kemudian berani untuk speak up," lanjutnya.
Aksi bejat itu tegas Joko terjadi karena merasa berkuasa dan kesempatan.
"Itu yang dimanfaatkan oleh pelaku karena ada kesempatan," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan dan persetubuhan di lingkungan pondok pesantren. Pelapornya adalah mantan santriwati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Tradisi Unik Jelang Ramadan di Tengah Umat Hindu Bali
-
Ingin Tetap Langsing Saat Puasa? Ini Tips Diet di Bulan Ramadan
-
Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan
-
Status Gunung Ile Lewotolok Naik Jadi Siaga, Ribuan Gempa Tercatat
-
Doa Bersama Penglingsir Puri dan Tokoh Lintas Agama di Bali untuk Nusantara