SuaraBali.id - Demi bisa bersaing dari Bali dalam aspek pariwisata, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menyiapkan peta jalan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas.
Peta jalan ini akan disiapkan mencontoh Bali yang sudah lebih dulu mengimplementasikan konsep berwisata yang memberikan dampak jangka panjang tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady arah kebijakan pemerintah NTB dalam lima tahun ke depan adalah wisata mendunia melalui misi peningkatan kualitas destinasi pariwisata dan kualitas ekonomi kreatif.
"Di Indonesia ini terkait dengan pariwisata apalagi Bali tidak bisa kami lawan. Caranya seperti apa supaya kami bisa bersaing dengan Bali dan daerah lain yang sudah banyak penerbangan? Tentu pariwisata berkelanjutan," ujarnya di Mataram, Kamis (4/4/2025).
Menurut Jamaluddin, kualitas hospitality (keramahan tuan rumah melayani tamu) dan sapta pesona (konsep sadar wisata) menjadi aspek penting yang perlu ditingkatkan oleh tidak hanya pemerintah NTB, tetapi juga pelaku industri, agen perjalanan, hingga pemandu wisata.
Adapun pengembangan wisata berkelanjutan ini diikuti dengan peningkatan kualitas diharapkan membuat para tamu mancanegara dan tamu nusantara kembali lagi berwisata di Nusa Tenggara Barat.
Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2019, saat angka kunjungan wisatawan mencapai 3,70 juta orang yang terdiri dari turis asing 2,15 juta orang dan turis lokal 1,55 juta orang.
Nilai kontribusi pariwisata melalui bisnis akomodasi dan makan-minum mencapai Rp2,68 triliun.
Sedangkan bila dibandingkan dengan Bali di tahun yang sama, wisatawan ke Bali tercatat sebanyak 16,82 juta orang dengan nilai kontribusi pariwisata terhadap ekonomi daerah itu mencapai Rp58,69 triliun.
Baca Juga: Tradisi Hindu di Tengah Ramadan: 114 Ogoh-Ogoh Meriahkan Mataram dengan Toleransi Tinggi
Untuk itu selama 5 tahun kedepan pemerintah NTB telah menyiapkan rencana strategis untuk memajukan sektor wisata melalui pengembangan 10 kawasan pariwisata terintegrasi.
Beberapa kawasan destinasi pariwisata terintegrasi berupa konektivitas Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) di Lombok Utara sampai Sekotong di Lombok Barat, kemudian berbagai destinasi sekitar Mandalika di Lombok Tengah hingga ke Kabupaten Sumbawa Barat.
Selanjutnya di tengah Pulau Lombok dikembangkan pariwisata Geopark Rinjani, lalu destinasi yang saling terhubung mulai dari Samota hingga Sape di Pulau Sumbawa.
Menurut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, pariwisata yang saling terhubung antar destinasi bisa menyelesaikan beragam persoalan masing-masing destinasi yang seringkali mengakibatkan destinasi baru mematikan destinasi lama.
Salah satunya adalah upaya untuk membenahi infrastruktur dermaga agar memudahkan aksesibilitas turis dari Bali ke Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah daerah pun mengembangkan Dermaga Senggigi yang berada di Lombok Barat agar dapat disandari oleh kapal-kapal cepat yang mengangkut banyak penumpang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
-
Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan
-
Berkedok Terapi Sakit Gigi, Pimpinan Ponpes Bergelar Tuan Guru di Sekotong Cabuli Santri