SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster berencana untuk meningkatkan tunjangan perumahan dan transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Bali. Hal itu disampaikannya meski di tengah seruan efisiensi oleh pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Koster saat berpidato dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Bali di Puspem Badung, Rabu (12/3/2025). Saat itu, dia juga berpidato di hadapan anggota dewan tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Bali.
“Karena anggota dewan itu terus didatangi konstituennya dan bebannya sangat berat karena terpilih menjadi anggota dewan harus memberi respons yang positif kepada konstituennya,” ujar Koster.
“Oleh karena itu tunjangan perumahan, transportasinya perlu dikaji kembali untuk ditingkatkan,” imbuhnya.
Setelah ucapannya itu, para Pimpinan Anggota DPRD Provinsi Bali termasuk Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya berdiri dan saling merangkul. Ucapan tersebut juga disambut dengan tepuk tangan termasuk dari para anggota dewan yang hadir.
Politisi PDI-P itu berkaca dari pengalamannya sebagai anggota DPR RI jika menjadi anggota dewan merupakan tugas yang berat. Sehingga, hal itu juga yang mendorongnya untuk meminta DPRD agar mengkaji ulang nilai tunjangan itu.
“Titiang (saya) karena pernah di DPR sangat merasakan berat beban menjadi anggota dewan. Oleh karena itu kita harus dukung kinerja dewan kita supaya kompak dan meningkatkan kinerjanya,” tutur Koster.
Ucapan Koster itu mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Dia meminta DPRD melakukan kajian appraisal terkait tunjangan itu. Koster juga meminta agar kajian tersebut menggunakan pola maksimal.
Baca Juga: Fix, Gubernur Akan Wajibkan Transportasi Pariwisata hingga Ojol Wajib ber-KTP Bali
Hal tersebut disampaikannya meski pada akhir pidato, Koster tetap berkomitmen untuk menjalankan efisiensi anggaran.
Namun, dia tetap berharap agar bisa memanfaatkan anggaran yang ada untuk menjalankan programnya termasuk dengan pembangunan infrastruktur.
“Efisiensi anggaran sesuai arahan presiden memang harus kita lakukan dan astungkara efisiensi ini bisa kita maksimalkan sehingga memiliki anggaran untuk program prioritas yg akan kita jalankan 5 tahun ke depan,” tuturnya.
Ketentuan Gaji Anggota DPRD Kabupaten/Kota
Secara garis besar, gaji pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari beberapa aspek, yaitu:
- Uang representasi.
- Tunjangan keluarga.
- Tunjangan beras.
- Uang paket.
- Tunjangan jabatan.
- Tunjangan alat kelengkapan.
- Tunjangan komunikasi intensif.
- Tunjangan reses.
- Tunjangan perumahan.
- Tunjangan transportasi.
DPRD tidak mengenal gaji pokok seperti halnya anggota DPR RI akan tetapi ada istilah uang representasi untuk menyebutkan pendapatan yang diperoleh pimpinan dan anggotanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka